Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Jabungan Prosedur Budidaya Maggot Siap Jual untuk Peningkatan Mutu Maggot.

Foto Mahasiswa KKN Tematik Undip Bersama Warga RW VI Kel. Jabungan

Jabungan, Banyumanik (22/02) Masalah persampahan di RW VI Kelurahan Jabungan Kota Semaranag menjadi hal serius untuk ditangani, berbagai cara digunakan untuk mereduksi sampah rumah tangga yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). Pengolahan sampah yang belum optimal juga menjadi masalah utama. Budidaya larva maggot atau Black Soldier Fly penting dilakukan sebagai solusi untuk menguraikan sampah organic di Jabungan sebagai solusi untuk pakan ikan. Black Soldier Fly atau selanjutnya disingkat BSF adalah salah satu animalia dari kelas insekta. Daur hidup BSF dimulai dari perkawinan BSF jantan dan betina. Dua hingga tiga hari setelah kawin, betina akan bertelur. Betina akan mati setelah bertelur dan jantan mati setelah kawin. Telur BSF menetas sebanyak 500-900 telur/cluster dalam jangka waktu tiga sampai empat hari. Telur tersebut menjadi bayi larva yang memiliki ukuran kurang dari 1mm. Pada usia 0-18/21 hari bayi larva yang telah membesar menjadi larva dewasa dengan ciri-ciri berwarna putih kecoklatan, larva besar kemudian menjadi prepupa dengan warna hitam dan tidak makan. Pada siklus ini, prepupa mulai memanjat dari media untuk mencari tempat kering. Prepupa yang telah memasuki tujuh hari akan masuk pada fase pupa. Pada fase ini, pupa sudah tidak bergerak diam rata-rata tujuh hari sampai satu bulan sampai menetas.

Dengan begitu banyaknya polemik, muncul inisiatif yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro, yang ingin melakukan perubahan untuk lingkup pengolahan sampah yang lebih baik dan sejahtera untuk warga RW 6 Desa Jabungan. Mahasiswa KKN Undip telah membuat inovasi berupa pemanfaatan sampah organik dalam budidaya maggot (black soldier fly). Maggot merupakan larva atau belatung dari lalat black soldier fly yang kini sedang populer untuk dibudidayakan.

Foto Mahasiswa KKN Tematik Undip Bersama Ketua RW VI Kel. Jabungan

Dalam melakukan kegiatan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) ini, tentu terdapat proses ataupun prosedur yang perlu diperhatikan, diketahui, dan dipahami. Pengetahuan dan pemahaman terkait prosedur kegiatan budidaya maggot BSF yang baik tentu akan berpengaruh pada keberlangsungan proses dan kualitas dari kegiatan budidaya tersebut, begitupun dengan outputnya. Pemahaman prosedur kegiatan budidaya maggot BSF secara baik dan benar akan menjadi dasar dalam melakukan eksekusi keberlangsungan kegiatan budidaya.

Dalam program ini mahasiswa KKN Tematik Undip juga membuat suatu modul berisi penjelasan terkait prosedur budidaya maggot mulai dari penjelasan terkait peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk budidaya maggot, hingga penjelasan siklus hidup maggot dan tata cara pengembangbiakaan maggot. Beberapa hal yang dijelaskan dalam modul mencakup unit fasilitas utama yang digunakan dalam budidaya maggot BSF,  penjelasan terkait teknik penetasan telur maggot BSF, penjelasan tentang teknik pengelolaan dan perawatan biopon sebagai sarana perkembangbiakan maggot BSF, teknik pemanenan maggot, dan teknik pembibitan, serta penjelasan proses akhir yaitu teknik pengeringan maggot BSF sehingga menjadi produk siap jual.

Modul ini merupakan media atau sarana pembelajaran yang berisi materi seputar pengetahuan mengenai siklus perkembangan BSF dan materi terkait prosedur atau teknik budidaya maggot BSF. Modul ini disusun secara sistematis dan sederhana agar dapat mudah dimengerti oleh seluruh warga RW VI Jabunga. Modul yang dibagikan ke warga nantinya diharapkan dapat menjadi panduan warga dalam proses budidaya maggot serta memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait budidaya maggot sehingga nantinya produk maggot yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi.

Penulis : Langgeng Putri Melinda, Manajemen, KKN Tematik Tim I Universitas Diponegoro 2022, Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Dosen Pembimbing Lapangan: Ir. R.T.D. Wisnu Broto M.T.