Pencegahan Stunting Yang Dilakukan Oleh Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Sebagai Program Kerja Multidisiplin Untuk Membantu Pemenuhan Gizi bagi Ibu dan Anak

Kalisegoro, Gunungpati (17/07) Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya. Indonesia masih memiliki angka prevalensi stunting cukup tinggi, yaitu 24,4 persen dan masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen. Hal ini dikarenakan tingginya angka anemia dan kurang gizi pada remaja putri sebelum nikah sehingga pada saat hamil menghasilkan anak stunting.

Di Kelurahan Kalisegoro sendiri masih banyak orangtua yang kurang paham mengenai stunting dan ciri-ciri anak yang terkena stunting. Saat kami bertanya kepada ketua Posyandu Mawar I mengenai pengetahuan stunting, jawaban yang kami dapat masih jauh dari perkiraan kami tentang pemahaman mereka mengenai stunting pada anak.

Maka dari itu kami mengangkat isu stunting untuk program kerja multidisiplin agar para calon ibu dan ibu yang memiliki anak yang terkena stunting bisa mencegah dan memperbaiki pola gizi dan makan anak agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh lebih baik dan sehat.

Jumat (15/07) Kami mahasiswa KKN TIM II Undip melakukan program multidisiplin kami yang pertama yang mengangkat isu stunting dengan tema “Ayo Peduli, Partisipasi, dan Pahami Cegah Stunting”. Dalam program ini kami membawa hidangan sehat, murah, praktis, serta mudah untuk dibuat namun bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Kami membuat puding “BaJa (Bayam dan Jagung)”. Selain mudah untuk dibuat, bahan yang diperlukan tergolong mudah, murah dan bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

korin
korint