Badai Pandemi Menggoncang Usaha, Mahasiswi KKN UNDIP Lakukan Edukasi Kiat Sukses Berjualan Online dan Offline Pada Kelompok Usaha Bersama Penyandang Disabilitas (KUBEPENDA) Kelurahan Bojong Menteng

Kota Bekasi (20/07/2022) – Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif yang cukup serius khususnya pada industri ekonomi kreatif di Indonesia. UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan pelaku industri yang terkena dampak paling parah akibat pandemi. Padahal, dengan kontribusinya yang besar pada perekonomian negara UMKM belum cukup mampu mempertahankan eksistensinya di masa pandemi. Sama halnya pada daerah Kota Bekasi, untuk sarana ekonomi di wilayah Kecamatan Rawalumbu saja UMKM seperti warung eceran dan warteg mengungguli dengan jumlah 379 dan 64 usaha. Untuk luas lahan usaha di wilayah Kecamatan Rawalumbu juga mayoritas diisi dengan kawasan industri seluas 65.700 Ha. Potensi industri yang cukup besar di wilayah tentunya perlu dipertahankan dan dikembangkan masyarakat lokal, salah satunya bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Masyarakat penyandang disabilitas dihadapkan dengan kondisi yang sangat sulit di tegah pandemi, di satu sisi keterbatasan memperoleh pendidikan formal membuat mereka tidak cukup mampu bersaing di pasar kerja. Di sisi lain pengetahuan yang rendah membuat pengetahuan dan penggunaan teknologi sangat rendah bagi usaha mereka. Di Kelurahan Bojong Menteng, terdapat Komunitas Usaha Bersama Penyandang Disabilitas (KUBEPENDA) yang merupakan wadah usaha mandiri penyandang disabilitas yang dihuni sebanyak 13 orang dengan keterbatasan fisik dan non fisik yang beragam. Kehadiran KUBEPENDA mengupayakan pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas untuk terus produktif dan menghasilkan, hal ini tentunya berkontribusi pada kemajuan pertumbuhan ekonomi (SDGs poin 8) melalui aktivitas UMKM.

Namun, keterbatasan pengetahuan, fisik, dan faktor usaha mikro yang minim dilirik masyarakat menjadi masalah mengapa bisnis tersendat khususnya sejak pandemi berlangsung. “Sudah dua tahun dek kami berhenti produksi kue, ya karena pandemi kami hanya produksi bila ada pesanan. Pesanan juga sepi sama aja.” tutur Ibu Paini, koordinator KUBEPENDA, Rabu (20/07). Penghuni KUBEPENDA mengaku semenjak pandemi penurunan penjualan yang drastis membuat mereka seringkali putus asa di satu sisi ingin mencoba beraktivitas di luar, namun keterbatasan fisik akan sangat menghambat. Mencoba untuk berjualan di lokasi wisata Situ Rawa Gede juga bukan solusi yang tepat sejak di masa pandemi penurunan pengunjung lokasi wisata sangat drastis. Di hari biasa pengunjung seringkali tidak ada sama sekali atau hanya kurang dari 10 orang, di hari weekend pun pengunjung yang ada sekitar 10-20 orang/ hari.

Permasalahan yang cukup kompleks ini memunculkan ide Elisa Angelica, Mahasiswi Universitas Diponegoro prodi Ekonomi untuk membantu produksi hingga mengedukasi masyarakat KUBEPENDA untuk bangkit dengan strategi berjualan online dan offline. Siang itu, Rabu (20/07) peserta kegiatan terdiri atas penghuni 12 orang penghuni KUPENDA. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan melakukan produksi onde-onde ketawa selama 2 jam hingga pukul 17.00 WIB. Beberapa peserta yang hadir menceritakan bahwa selain usaha makanan/ kue kering beberapa dari anggota juga berjualan barang seperti mainan atau perabotan. Melihat semangat tersebut, mahasiswi KKN turut membantu hingga proses pengemasan kue untuk selanjutnya diupload ke toko online.

photo-6264526327877054996-y

20220720-135834-2
Foto Edukasi Jualan Online dan Kegiatan Produksi Onde-Onde Ketawa

Kegiatan edukasi dan demo pembuatan toko dilakukan di pelataran rumah (basecamp) KUBEPENDA. Edukasi dilakukan dengan memperkenalkan apa itu platform jualan online, manfaat berjualan online, kiat sukses berjualan online, berkas yang diperlukan dalam pembuatan toko. Kemudian, mahasiswi KKN langsung mempraktikan proses pembuatan toko di handphone Mbak Dea, salah satu penghuni KUBEPENDA. Setelah berhasil membuat toko proses penguploadan produk juga dilakukan. Penyampaian dilakukan secara verbal didampingi poster kepada peserta yang hadir. Peserta sangat antusias dalam mendengarkan materi edukasi dan juga aktif bertanya.

photo-6264526327877054997-y
Foto Kegiatan Jualan Offline di Situ Rawa Gede

Tidak berhenti disitu, mahasiswi juga mengunjungi stand usaha kreatif KUBEPENDA di lokasi wisata Situ Rawa Gede. Disana mahasiswi KKN mengobservasi dan menyampaikan taktik berjualan untuk menarik calon konsumen membeli produk kita. Rasa terima kasih disampaikan koordinator KUBEPENDA kepada mahasiswi KKN yang sudah beraktivitas dan membagikan ilmu di KUBEPENDA. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama para penghuni KUBEPENDA.

photo-6264526327877054995-y
Foto Bersama Penghuni KUBEPENDA

Penulis: Elisa Angelica
DPL: dr. Siti Fatimah, M.Kes.
Lokasi: Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi