Banyak Sampah Botol? Mahasiswa KKN Undip Edukasikan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembuatan Vertikultur

Semarang (23/07/2022) – Sampah merupakan masalah yang masih menjadi momok bagi kita semua, terutama sampah non organik yang lama terurai seperti sampah plastik, bungkus makanan dan sebagainya. Masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan, sampah yang tersebar di lingkungan sekitar dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Vertikultur adalah sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat dengan konsep bercocok tanam di lahan sempit. Sistem ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sampah botol plastik bekas sebagai upaya pengelolaan sampah plastik.

Kegiatan Edukasi kepada Ibu-ibu PKK RT08

Untuk memberikan informasi tersebut mahasiswa KKN Undip melakukan edukasi pemanfaatan sampah botol plastik sebagai bahan pembuatan vertikultur kepada ibu-ibu PKK di RT 08/RW 03 Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung SDG’s (Sustainable Development Goals) ke-11 yaitu Menjadikan Kota dan Permukiman Inklusif, Aman, Tangguh dan Berkelanjutan dan goal ke-2 yaitu Menghilangkan Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan dan Gizi yang Baik, serta Meningkatkan Pertanian Berkelanjutan. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah botol plastik sebagai bahan vertikultur serta mendorong masyarakat untuk bercocok tanam.

Poster Edukasi

Tidak hanya berkurangnya sampah botol plastik bekas, vertikultur juga bisa meningkatkan ketersediaan pangan mandiri terutama jika masyarakat menanam tanaman pangan seperti kangkung, selada, sawi, bayam, cabai, dan sebagainya. Tanaman lain seperti tanaman hias ataupun tanaman obat juga bisa ditanam dengan cara vertikultur. “Iya daripada botolnya dibuang, jadi tidak usah beli pot, bisa lebih hemat” ujar Bu Endang.

Penulis : Hasbi Alshabari Nursidqi

Editor : Abdi Sukmono, ST., MT.