HARGA PUPUK SEDANG MAHAL, MAHASISWA TIM 2 KKN UNDIP MENGENALKAN RESEP PUPUK ORGANIK CAIR YANG MUDAH, MURAH, DAN MERANGSANG PEMBUAHAN TANAMAN

Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang (07/08/2022). Tanaman hortikultura yang tumbuh lebat di pekarangan rumah merupakan impian semua pemilik tanaman rumahan, terutama tanaman tersebut dapat berbuah dengan lebat. Akan tetapi, pupuk NPK sintetis yang berfungsi sebagai sumber nutrisi utama bagi tanaman mengalami kenaikan harga. Pemanfaatan pupuk NPK sintetis secara keseluruhan pada budidaya tanaman skala kecil, seperti pada pekarangan rumah dinilai cukup boros jika menghitung pada hasil yang dapat diperoleh.

Pada RW 02 di Kelurahan Tlogosari Kulon, warga membudidayakan berbagai macam tanaman hortikultura, seperti cabai, anggur, kelor, serta tanaman TOGA pada pekarangan rumah dan taman TOGA terpadu. Dalam meningkatkan produksi dari tanaman tersebut, dibutuhkan solusi berupa pemanfaatan pupuk suplementer untuk menekan pengeluaran dan penggunaan pupuk sintetis, serta dalam rangka mendukung program SDG’s (Sustainable Development Goals) ke-12, yaitu Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Responsible consumption and production), dan ke-15, yaitu Ekosistem daratan (Life on land).

Tim II KKN UNDIP 2021/2022 Kelurahan Tlogosari Kulon melakukan sosialisasi kepada warga RW 02 Kelurahan Tlogosari Kulon setelah kegiatan senam rutin pada hari Minggu, berupa pentingnya pengolahan sampah secara terpadu dan pemanfaatannya untuk dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan Pupuk Organik Cair. Selain sosialisasi, dilakukan pula demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair dari bahan berupa air cucian beras, kulit pisang, sabut kelapa, dan Trichoderma.

Air cucian beras mengandung N (Nitrogen), P (Fosfor), dan K (Kalium) dengan jumlah yang rendah; cukup untuk menambah kandungan NPK bagi tanaman. Kulit pisang yang tinggi akan kandungan K yang tinggi serta dibantu oleh kandungan K pada sabut kelapa membantu dalam usaha tanaman dalam pembentukan bunga dan pembuahan. Jamur Trichoderma (Trichoderma sp.) yang merupakan agensi hayati dalam bentuk jamur yang berfungsi untuk memfermentasikan semua bahan Pupuk Organik Cair tersebut, serta menjadi sumber dalam usaha peningkatan kesuburan tanaman.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga pembagian sampel Pupuk Organik Cair kepada warga yang mengikuti kegiatan demonstrasi dalam bentuk bottle spray kecil, yang diharapkan warga dapat mengaplikasikan Pupuk Organik Cair tersebut.

Dengan dilakukannya sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair yang dapat merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman, diharapkan warga lebih paham dan dapat menerapkan secara baik pemanfaatan limbah rumah tangga sekitar untuk meningkatkan produksi tanaman, serta mengurangi pengeluaran dalam pemanfaatan NPK sintetis.

Penulis : Irfan Yusuf Fachrurrozi – NIM 23020219140103

DPL : Dr. Ir. Yoyok Budi Pramono, S.Pt., M.P., IPM.

Lokasi : Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan