Diskusi Asik! Pengenalan Sejarah Islam di Indonesia oleh Mahasiswi Ilmu Sejarah UNDIP

Semarang (14/07) Dengan suasana lebaran haji atau Idul Adha, pengajian rutin bulanan di RW 02 dilakukan di pekarangan RT 02, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Hal ini tak menyurutkan semangat Mahasiswa Ilmu Sejarah, Tenri Rafi Azzalia untuk melakukan program kegiatan Diskusi dan Pengenalaan Sejarah Islam di Indonesia di sela- sela pengajian. Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan KKN TIM II UNDIP periode 2021/ 2022 yang dilaksanakan sejak tanggal 5 Juli hingga 18 Agustus mendatang. Program kerja yang dilakukan, yakni diskusi sejarah masuknya islam di pulau Jawa sejalan dengan salah satu tema dari tiga tema KKN TIM II UNDIP periode 2021/ 2021 “Pemberdayaan berbasis SDGs” poin keempat yakni pendidikan berkualitas.

Materi yang diberikan mengenai bagaimana Islam dapat masuk di Pulau Jawa, hal ini sangat menarik ibu- ibu pengajian yang hadir pada malam hari itu. Masuknya agama Islam mulai di masyarakat sejalan dengan kemunduran pengaruh kerajaan hindu budha.Islam dianggap mampu mencairkan tatanan strata masyarakat hindu budha yakni kasta. Sehingga Islam tanpa kegoncangan-kegoncangan dapat diterima oleh masyarakat meskipun dengan tetap mempertahankan sebagian besar kebudayaan animisme dan dinamisme, atau sering kita kenal dengan islam kejawen. Penyebaran agama Islam lainnya adalah pengajian seperti yang kita lakukan saat ini. Pengajian sendiri merupakan wadah untuk belajar ilmu agama. Pengajian sendiri juga paling banyak dilakukan di Pulau Jawa. Dan boleh dikata, tidak ada hari besar Islam tanpa pengajian.

Dengan pemaparan materi yang santai, membawa ibu- ibu pengajian untuk mengutarakan pendapatnya mengenai bagaimana islam masuk dan menjadi agama yang tetap di wilayah mereka tinggal, “Suku Samin di Pati itu mbak, apa ya.. lumayan susah pas islam masuk. Jadi suku samin memang punya budayanya sendiri pas agama islam masuk ya memang sulit awalnya namun lama kelamaan dapat berbaur dengan masyarakat” jelas salah satu ibu warga pengajian. Karena waktu yang terbatas, diskusi diakhiri dengan salah satu warga yang menceritakan bagaimana agama islam masuk di wilayah Bromo.

Penulis : Tenri Rafi Azzalia Artsam (Fakultas Ilmu Budaya)
DPL : Dr. Yoyok Budi Pramono S. Pt., M. si. (Fakultas Pertenakan dan Pertanian)
Lokasi : Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang