@Manajemen Risiko Itu Penting! Pada Pengembangan Bisnis UMKM di Kelurahan Pakintelan

Manajemen Risiko merupakan serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari suatu kegiatan usaha. Melihat bahwa setiap usaha memiliki risiko bisnisnya masing-masing, maka dari itu manajemen risiko merupakan hal yang penting dalam menjaga keberlangsungan suatu usaha.

Untuk itu, melalui program Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro tahun 2022 yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’s, Program Anti Narkoba, dan Keadaran Stunting”, maka Wandira Naibaho selaku Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan merupakan bagian dari KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 melaksanakan program monodisiplin “Menuju UMKM Yang Berkelanjutan” dengan sub topik “Pentingnya Manajemen Risiko Pada Pengembangan Bisnis UMKM” melalui kegiatan sosialisasi dan pembuatan booklet, dimana kegiatannya telah dilaksanakan pada 31 Juli 2022. Pelaksanaan program ini sejalan dengan salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) No.8 yaitu Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Pelaksanaan program monodisiplin ini dilakukan dengan metode offline, yaitu dengan mengadakan pertemuan secara rutin dengan para pelaku UMKM yang ada disekitar Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang selama menjalani KKN dan mengadakan sosialisasi di Balai Kelurahan Pakintelan. Booklet yang diberikan berisi pengertian risiko, sumber-sumber risiko, pengertian dari manajemen risiko, tujuan manajemen risiko, tahapan manajemen risiko, dan strategi manajemen risiko dalam pengembangan UMKM.

Risiko
Gambar 1 Booklet “Pentingnya Manajemen Risiko Pada Pengembangan Bisnis UMKM

Resiko
Gambar 2 Sosialiasi “Menuju UMKM yang Berkelanjutan” di Balai Desa Kelurahan Pakintelan

Sosialisasi yang telah dilakukan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari pihak UMKM. “Terimakasih atas sosialiasi dan bookletnya, cukup menarik dan menambah pengetahuan untuk dipraktikan kedalam pengembangan bisnis UMKM saya” tutur Bapak Muhammad Asrori selaku salah satu pelaku UMKM.

Melalui penerapan manajemen risiko yang terukur akan membuat pembinaan UMKM berdasar penyelesaian potensi risiko lebih tepat sasaran, sehingga UMKM menjadi lebih berdaya saing sehingga nantinya dapat memperluas pangsa pasar.

Penulis : Wandira Naibaho (Administrasi Publik/FISIP)
Dosen Pembimbing Lapangan: Ir. Hermin Werdiningsih, M.T
Lokasi KKN: Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang