Selamat Tinggal Stunting! Mahasiswi KKN Undip Melakukan Edukasi Stunting untuk Mencegah Stuning Kian Memburuk

Semarang (14/07/2022) – Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari usianya, akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam sebuah konferensi, Wakil Presiden Republik Indonesia memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Hal tersebut masih terbilang tinggi karena di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen. Fenomena sunting terjadi dikarenakan tingginya angka anemia dan kurang gizi pada remaja putri sebelum nikah sehingga pada saat hamil melahirkan anak stunting.

Permasalahan yang timbul terjadi di Kelurahan Pedurungan Lor tersebut menggugah Mahasiswa KKN Undip, Ghina Mar-atul ‘Azizah yang berasal dari Fakultas Kedokteran dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Wiludjeng Roessali, M.Si. untuk memberikan edukasi terkait stunting dengan informasi mengenai stunting, ciri-ciri, pencegahan, dan beberapa menu makanan sederhana yang dapat dibuat rumah tangga di rumah guna meningkatkan pengetahuan Ibu serta mencegah memperburuk keadaan sang anak dari stunting. Oleh karena itu, program edukasi Good Bye Stunting! Dilaksanakan sebagai solusi preventif Ibu yang memiliki buah hati yang stunting agar tidak memperburuk keadaan si Kecil dan juga sebagai pemulihan kesehatan anak.

Kegiatan Good Bye Stunting, Hello Sehat! ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Juli 2022 yang berlokasi di rumah warga RW 09 di Kelurahan Pedurungan Lor. Ibu (warga RW 09) mengatakan bahwa merasa senang setelah diberikan edukasi mengenai stunting karena selama ini beliau merasa kurang pengetahuan dan sebenarnya masih banyak Ibu di Indonesia yang terhitung masih abai mengenai stunting sehingga edukasi ini dapat membantu untuk menambah informasi terkait stunting agar pada kehamilan selanjutnya tidak terjadi anak yang stunting dan harapannya dapat membantu Pemerintah untuk mencapai target menurunkan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024.

Penulis : Ghina Mar-atul ‘Azizah
DPL : Dr. Ir. Wiludjeng Roessali, M.Si.
Lokasi : Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *