Inovatif! Mahasiswa KKN UNDIP Desa Bonomerto Mengubah Limbah Biji Pepaya Menjadi Kopi Sehat

IMG20220813095805

Bonomerto, Kab. Semarang (24/07/22) – Hampir seluruh orang di dunia ini menyukai kopi. Minuman kopi berasal dari pengolahan biji tanaman kopi yang berkhasiat dan berenergi. Minuman dengan rasa khas dan pekat ini membuat penikmat selalu ingin menikmatinya lagi dan lagi. Tetapi kopi dari biji kopi diketahui dapat menyebabkan ketergantungan yang disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Semarang Periode 2021/2022, Sasmito Pandhu Wicaksono (FSM), melakukan inovasi dengan mengganti bahan baku biji kopi dan diganti dengan biji pepaya.

Inovasi ini lahir dari banyaknya ketersediaan Pepaya (Carica papaya) di masyarakat dan Pepaya merupakan salah satu tumbuhan yang mudah untuk tumbuh di Indonesia. Selain itu, masih banyak masyarakat yang menganggap limbah biji pepaya sebagai limbah buangan yang berakhir di tempat sampah. Padahal selain buahnya, biji pepaya juga bisa dimanfaatkan. Menurut beberapa referensi, biji pepaya memiliki segudang manfaat bagi tubuh, seperti dapat menyingkirkan racun yang menumpuk di usus dan liver, melindungi ginjal dari masalah yang memicu masalah gagal ginjal, mencegah kanker, membunuh parasit di dalam pencernaan, sebagai antioksidan, dan dapat menurunkan kolesterol.

Manfaat yang melimpah tersebut tidak terlepas dari banyaknya kandungan yang terdapat dalam biji pepaya. Dalam biji pepaya, terkandung senyawa antara lain tanin, fenol, saponin, dan alkaloid. Selain itu, biji pepaya juga mengandung etanol, petroleum eter, etil asetat, dan n-butanol yang dimana senyawa tersebut dapat digunakan sebagai antioksidan alami. Ada pula senyawa yang baik untuk kesehatan, yaitu Ca, Mg, Fe, P, lemak, protein, serat kasar, karbohidrat, vitamin C, niasin, tiamina, riboflavin, dan beta karoten.

Limbah biji pepaya tersebut untuk bisa diubah menjadi kopi, biji-biji pepaya tersebut harus dicuci terlebih dahulu. Selanjutnya, biji dikeringkan selama 2-3 hari atau sampai biji pepaya benar-benar kering. Lalu biji pepaya yang sudah kering disangrai hingga warnanya berubah menjadi kehitaman dan memunculkan aroma yang harum. Selanjutnya, biji dihaluskan hingga menjadi serbuk halus. Terakhir tambahkan air panas atau dingin ke kopi biji pepaya. Kopi dari biji pepaya siap dinikmati.

Whats-App-Image-2022-07-29-at-13-02-35

Pelaksanaan kegiatan pembuatan kopi dari biji pepaya ini disosialisasikan kepada para ibu-ibu PKK di Dusun Ngaglik, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada Hari Minggu, 24 Juli 2022. Kegiatan diawali dengan penjelasan terkait kopi dari biji pepaya dan proses pembuatannya. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan ibu-ibu PKK yang hadir. Terlihat antusiasme ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Melalui program ini, nantinya diharapkan ibu-ibu PKK di Desa Bonomerto dapat memanfaatkan biji pepaya menjadi kopi sehat secara mandiri. Selain itu hasil dari produk ini juga dapat dipasarkan dan dapat meningkatkan perekonomian warga setempat.

Penulis: Sasmito Pandhu Wicaksono (Biologi, FSM 19)
DPL: Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D