JAGA KESEHATAN MENTAL REMAJA DENGAN EDUKASI BERSOSIAL MEDIA SEHAT TANPA BULLYING BERSAMA TIM II KKN UNDIP 2021/2022

Media Sosial telah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari yang diperlukan. Media sosial biasanya digunakan oleh masyarakat untuk melakukan interaksi sosial, akses informasi, dan bahkan pengambilan keputusan. Media sosial menjadi alat komunikasi yang berharga dengan orang lain baik lokal maupun internasional. Seluruh masyarakat dapat berbagi, membuat dan menyebarkan informasi. Tetapi terdapat beberapa fenomena di sosial media yang sedang marak terjadi dalam kehidupan sosial manusia saat ini, salah satunya adalah cyberbullying. Intimidasi dengan penggunaan teknologi digital atau cyberbullying dapat terjadi di media sosial, platform perpesanan, dan bahkan platform game. Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakut-nakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Cyberbullying sendiri berdampak pada mental, emosional, dan fisik.

Semarang (09/08/2022) – Cyberbullying adalah jenis bullying atau perundungan yang dilakukan dengan cara menyalahgunakan internet untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, hingga mengejek orang lain. Hal ini biasannya lebih banyak menerpa para remaja dimana mereka baru memulai membuat akun sosial media dan belum mengerti bagaimana menggunakan sosial media dengan sehat sebagai alat komunikasi. Mahasiswi Tim II KKN Universitas Diponegoro, Felisitas Yolandita Suryo Kinasih, melakukan edukasi dalam program kerja monodisiplin mengenai Bersosial Media Sehat Tanpa Cyberbullying kepada siswa SMPN 11 Semarang yang terletak di Kelurahan Karangrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hal ini juga selaras dengan kolaborasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera dalam kaitannya dengan kesehatan mental. Selain itu juga berkaitan dengan SDGs nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas.

smp-11
Foto Bersama siswa-siswa Peserta Edukasi Besosial Media Sehat Tanpa Bullying

Program kerja Bersosial Media Sehat Tanpa Bullying dilakukan dalam satu kali pertemuan di SMPN 11 Semarang. Program kerja diawali dengan mengurus perizinan dan survey. Kemudian eksekusi dilakukan dengan melakukan edukasi ke kelas siswa. Selain itu mahasiswi juga membagikan leaflet materi yang bertema mengenai sosial media dan cyberbullying yang dapat dibaca kembali oleh para siswa. Total leaflet yang dibagikan adalah 100 buah. Selain itu juga, eksekusi program kerja dilakukan dalam bentuk quiz berhadiah untuk 6 orang yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi dan studi kasus yang masih bersangkutan dengan tema. Dengan adanya quiz berhadiah ini, para siswa menjadi termotivasi untuk bertanya, berdiskusi, dan memperhatikan materi yang disampaikan. Selain itu juga para siswa sangat semangat dalam melakukan interaksi saat pemaparan materi.
Edukasi Bersosial Media Sehat Tanpa Bullying perlu banyak diajarkan kepada para remaja, dimana mereka masih memiliki kemungkinan besar terpengaruh dengan fenomena negatif yang terjadi di sosial media terutama mereka baru terjun ke dunia digital. Harapannya setelah dilakukan kegiatan ini para remaja tidak mudah terbawa arus negatif dari fenomena digital dan dapat menggunakan sosial media sebagai alat komunikasi yang berdampat positif untuk kesehatan mental dan aspek hidup lainnya.

Penulis: Felisitas Yolandita Suryo Kinasih – Ilmu Komunikasi
Dosen Pembimbing Lapangan: Ari Wibawa Budi Santosa S.T., M.T.

#KKNTIMIIUNDIP2022 #KKNUNDIP2022 #LPPMUndip #P2KKN #Undip