Sex Education: Not a Taboo Discussion, Learn Before Too Late

Karangrejo, Semarang (02/08) – Sex Education adalah pengetahuan bagi anak untuk mengenali fungsi tubuhnya, memahami etika dan norma sosial serta konsekuensi dari setiap perbuatannya. Tanpa edukasi seks, rasa penasaran pada anak dapat berakibat ia mengambil keputusan yang tidak bijaksana saat mengeksplorasi seksualitasnya. Usia remaja adalah masa pubertas di mana remaja mengalami banyak sekali perubahan baik secara fisik maupun psikis akibat bergejolaknya hormon. Agar anak Anda tidak terjerumus dalam perilaku seksual yang berbahaya, bimbinglah mereka agar memahami fungsi seks dan bagaimana mengatasi perubahan yang mereka alami selama masa pubertas berlangsung. Ajaklah mereka berdiskusi dengan pikiran terbuka sehingga remaja merasa nyaman mengutarakan pemikiran dan pertanyaan yang ia miliki kepada orangtua.
Meskipun seks sering dianggap hal yang tabu, nyatanya di Indonesia, perilaku seks remaja masa kini cukup memprihatinkan. Terlebih dengan kemajuan teknologi, remaja bisa mengakses berbagai konten berbau seksual dari internet dan sumber-sumber lainnya. Akibatnya, kasus pornografi, pelecehan seksual hingga perilaku seks bebas di kalangan remaja kerap menghiasi berita nasional. Survey dari Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang dilakukan pada bulan Oktober 2013 menyatakan bahwa sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah. Yang lebih miris, 20% dari 94.270 perempuan yang mengalami hamil di luar nikah masih berusia remaja, dan 21% di antaranya pernah melakukan aborsi. Tidak hanya resiko kehamilan di luar nikah, survey tersebut juga mengungkap fakta kasus infeksi HIV yang dipantau dalam rentang 3 bulan terjadi sebanyak 10.203 kasus, dan 30% penderitanya berusia remaja. Fenomena ini terjadi akibat kemudahan akses bagi para remaja untuk mendapatkan konten pornografi tanpa dibekali sex education pada anak sejak dini. Di sinilah peran orangtua dalam mendidik anak.
Kurangnya pendidikan sex di Indonesia dapat berdampak pada tingginya tingkat penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Dampak negatif lainnya yaitu tingginya pergaulan bebas terutama di kota besar, merebaknya pelacuran, hingga banyak remaja yang hamil di luar nikah, bahkan menggugurkan kandungannya.Lebih parahnya lagi, dapat memudahkan penjahat-penjahat atau predator sexual dalam mendapatkan korban. Anak-anak dapat mudah terkena pelecehan Seksual, penyimpangan dan Kelainaan Seksual pada Anak, dan tidak Paham akan Nilai Moral.
Maka dari itu mahasiswa KKN TIM II UNDIP melaksanakan program BUDIKDAMBER di Kelurahan Karangrejo Kecamatan Gajahmungkur yang dibimbing Ari Wibawa Budi Santosa, ST., M.Si. pada hari Selasa 02, Agustus 2022 pukul 13.30 WIB. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan edukasi kepada Siswa SMP 11 Kelurahan Karangrejo. Kegiatan ini dilakukan dengan mempresentasikan dan penjelasan tentang materi-materi sex education, bahaya-bahaya, kejahatan-kejahatan yang bisa terjadi, cara mencegah kejahatan terjadi, serta jika telah terjadi kejahatan apa yang harus kita lakukan. Penyampaian dilakukan dengan menyampaikan pendidikan seks sesuai usia anak, menyesesuaikan dulu manakah bahan edukasi soal seks yang cocok untuk anak. Misalkan, anak yang usianya lebih kecil mungkin saja akan cenderung tertarik dengan bayi dan kehamilan, ketimbang soal hubungan seks, dipastikan kalau anak akan menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Saling tanya jawab ringan mungkin dapat membantunya. Kita juga tidak harus menyampaikan semuanya sekaligus, tidak juga menjelaskannya secara detail, dan cukup beri tahu saja apa poin penting yang kira-kira harus dipahami, dimulai lewat percakapan ringan serta memperhatikan apa yang sedang menjadi daya tarik anak di perbincangan ini. Kemudian, setelahnya barulah anak dibiarkan untuk mengajukan pertanyaan. Penjelasan yang diberikan juga dengan bahasa yang sederhana, ketika berbicara soal edukasi seksual bersama anak, kita tidak membicarakan definisi-definisi yang sekiranya sulit sekali untuk dipahami oleh anak. Kita membawanya ke pendidikan seks lewat bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang, sekalipun itu anak kecil, jangan sampai membuat menjadi multitafsir sehingga salah mengartikan maksud.

Program ini diharapkan anak-anak SMP 11 Karangrejo dapat:
1. Membantu Anak Mengenali Bagian Tubuhnya
Orang tua bisa mulai memperkenalkan bagian tubuh yang dimiliki sang anak mulai dari usia 3 atau 4 agar mereka bisa mengenali tubuhnya dan melakukan perbandingan dengan temannya, terutama yang berbeda lawan jenis. Hal ini akan membantu memberikan pemahaman dasar mengenai seksualitas.
Anak akan mulai memahami bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang asing dan lebih menjaga dirinya. Pastikan bahwa perkenalan ke sex education untuk didampingi oleh orang tua.
2. Menjauhi Pikiran yang Tidak Sehat
Saat masih dalam masa pertumbuhan, anak – anak hingga remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dengan memperkenalkan mereka pada sex education sejak dini mereka akan memahami tindakan yang benar dan buruk.
3. Menjauhi Efek Buruk Media dan Lingkungan
Membahas topik seksualitas sejak dini bisa membantu melindungi anak dari dampak negatif konten pornografi yang ada di televisi atau internet seperti video porno yang memiliki dampak buruk secara psikologis pada otak.
Tidak hanya media tetapi juga memberikan anak perlindungan dari lingkungan pergaulan bebas sehingga anak bisa menjauhkan diri dari perilaku seks bebas atau tindakan kriminal dengan melakukan pemerkosaan atau kekerasan seksual.
4. Memahami Bahaya dan Masalah Seks Bebas
Memberikan anak pemahaman mengenai sex education sejak dini akan membantu mereka memahami bahayanya melakukan seks bebas serta dampak kesehatan secara fisik, non – fisik maupun psikologis. Dampak yang dialami bisa seperti penyakit seksual menular, HIV/AIDS, terjadi infeksi atau jamur dan masalah psikologis seperti depresi.
Tidak hanya mengetahui dampak, tetapi sex education juga harus mengajari anak cara memilih, bersikap dan untuk bertanggung jawab atas perilaku yang diperbuat. Mereka harus tau konsekuensi dari mulai aktif secara seksual, tidak hanya penyakit menular seksual, tetapi juga risiko kehamilan.
5. Anak Bisa Melindungi Dirinya Sendiri & Mengerti Apa Yang Harus Dilakukan
Mengenalkan anak pada sex education akan memberikan anak kesadaran untuk lebih menghargai dan menjaga dirinya. Dengan begitu anak bisa melindungi diri dari menerima perilaku tidak sopan atau dilecehkan dan menjaga diri dari melakukan hal – hal seperti aktivitas seksual atau seks bebas. Jika sudah terjadi pelecehanpun, mereka tau apa yang harus dilakukan, seperti tidak menyalahkan diri sendiri, berbicara terus terang terbuka kepada orang yang dipercaya, melapor dan mengumpulkan bukti yang bisa, dll.

Dalam menjalani program kerja ini, mungkin ada beberapa hambatan dari tema atau topik yang saya bawa, yaitu sex seducation yang masih tabu di Indonesia, termasuk di wilayah Karangrejo. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pendidikan sex ini, terlebih semua anak anaknya belum pernah mendapatkan pendidikan sex dari kecil sehingga rada sulit untuk membuka pembahasan. Tetapi seiring pembahasan berjalan, mereka menyimak dan sangat bersemangat apalagi saat kuiz dan mendapatkan hadiah.

Whats-App-Image-2022-08-09-at-6-45-07-PM
Whats-App-Image-2022-08-09-at-6-45-04-PM
Whats-App-Image-2022-08-09-at-6-45-03-PM
Whats-App-Image-2022-08-09-at-6-45-05-PM