Tingkatkan Ketahanan Pangan! Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kelurahan Sambiroto Budidaya Ikan Dalam Ember “Budikdamber”

Sambiroto, Semarang (18/07/2022) – Tidak asing lagi bahwa di Indonesia sudah banyak masyarakat yang menggeluti bidang perikanan budidaya. Akan tetapi keterbatasan lahan masih menjadi salah satu kendala yang seringkali dialami oleh masyarakat yang ingin mencoba untuk melakukan budidaya ikan ataupun tanaman. Dalam menjamin ketahanan pangan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit dapat dijadikan sebuah solusi supaya ketahanan pangan khususnya didalam suatu keluarga dapat terwujud. Seperti halnya dengan namanya, budikdamber ini termasuk kegiatan budidaya ramah lingkungan yang praktis karena dapat menghasilkan dua jenis sumber pangan sekaligus, yaitu ikan dan sayuran walaupun hanya dalam satu wadah, dengan menggunakan media ember.

Whats-App-Image-2022-07-09-at-19-35-10

Budidaya ikan dalam ember “Budikdamber” merupakan salah satu aktifitas dalam memproduksi ikan yang sangat memungkinkan dilakukan bagi masyarakat berpengalaman ataupun masyarakat awam yang belum pernah melakukan kegiatan budidaya. Budikdamber menjadi salah satu program Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai program bantuan sarana dan prasarana bagi masyarakat.

Komoditas ikan yang dapat digunakan dalam kegiatan budikdamber yaitu seperti ikan-ikan yang tahan akan kadar oksigen rendah, seperti halnya lele, gurami, patin, sepat, gabus dan lainnya. Sedangkan untuk jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan ini seperti kangkong, bayam brazil dan genjer. Salah satunya yang paling sering dan mudah untuk dibudidayakan adalah ikan lele dan kangkung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditunjukkan bahwa pertumbuhan ikan lele dan kangkung dengan sistem pemeliharaan secara akuaponik memiliki pertumbuhan paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya.

Apa saja yang diperlukan dalam pembuatan “Budikdamber”?
Alat dan bahan yang diperlukan meliputi,
1. Ember 80 liter
2. Benih lele ukuran 4-6 cm
3. Tanaman kangkung
4. Arang
5. Gelas plastik
6. Kawat
7. Solder
8. Tang

Langkah-langkah dalam pembuatan dan cara pemeliharaan:
1. Lubangi sekitar 13 gelas plastik dengan menggunakan solder pada bagian sisi bawah sebanyak 4 lubang dan bagian samping sebanyak 6-8 lubang.
2. Lubangi kecil pada bagian samping ember agar air tidak meluap pada saat air didalam ember penuh
3. Kemudian potong kawat kurang lebih 10-15 cm dengan menggunakan tang, lalu dibuat model kaitan agar dapat dijadikan pengait gelas plastik
4. Isi gelas plastik dengan arang, kemmudian masukkan batang kangkung yang telah dipotong
5. Isi air kedalam ember sekitar 60 liter (apabila air yang digunakan terdapat kandungan kaporit harus didiamkan selama 2-3 hari terlebih dahulu)
6. Lakukan penebaran benih lele ukuran 4-6 dengan cara dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu (waktu penyesuaian diri atau adaptasi benih ikan dengan lingkungan baru)
7. Selanjutnya berikan pakan sesuai dengan bukaan mulut benih ikan secara ad satiation (sekenyangnya) sebanyak 2-3 kali dalam sehari
8. Lakukan monitoring kualitas air, ketika air sudah bewarna coklat dan berbau, serta ikan sudah mulai menggantung dan mengalami nafsu makan yang menurun dengan cara mengganti air sebanyak 50-80% dari jumlah air dalam ember dan ditambah dengan air yang bersih.
9. Ikan lele dapat dipanen setelah 2 bulan masa pemeliharaan, apabila dalam keadaan baik, sudah layak konsumsi dan frekuensi pemberian pakan diberikan sesuai. Sedangkan untuk kangkung dapat dilakukan pemanenan ±35 hari setelah tanam.

Pemanfaatan lahan yang terbatas dengan hanya menggunakan ember diharapkan dapat dijadikan sebuah solusi alternatif didalam melakukan kegiatan budidaya ikan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di pekarangan rumah masing-masing. Selain itu, para pelaku kegiatan dapat memperoleh beberapa peluang (keuntungan), seperti dalam pemenuhan gizi dan juga ketahanan pangan keluarga.