Upaya Mengurangi Tingkat Pernikahan Dini dengan Kampanye Sosial

uplaodd

Gambar 1. Edukasi mengenai dampak pernikahan dini

Temanggung (16/08/17) – Pernikahan dini merupakan salah satu isu permasalahan sosial yang masih sering terjadi di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Temanggung khususnya di Desa Jamusan yang masyarakatnya rata-rata menikah di usia 15 sampai 17 tahun, sehingga mereka pun tidak lagi melanjutkan pendidikan formal dan memilih untuk mengurus rumah tangga. Melihat hal itu, TIM II KKN Undip Desa Jamusan mengadakan Kampanye Sosal Anti Pernikahan Dini. Kampanye ini berfokus untuk mengajak ibu-ibu dan anak-anak untuk menjadi agen perubahan yang mengalakkan anti pernikahan dini. Tak hanya itu, masyarakat desa juga diajak untuk berdiskusi santai mengenai baik dan buruknya menikah di usia dini.

IMG_3206uploadd

Gambar 2. Bentuk dukungan kampanye sosial anti pernikahan dini

Kampanye yang dilakukan dengan berdiskusi secara langsung ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Ibu-ibu yang memiliki anak usia sekolah pun berharap, suatu saat anak-anak mereka dapat duduk di bangku kuliah dan berhasil untuk mengangkat derajat keluarga serta menyejahterakan sanak saudara mereka.