Waspada Air Kotor! Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Pelatihan Pembuatan Alat Filtrasi Sederhana yang Merogoh Kocek Kurang dari 30 Ribu kepada Karang Taruna Plamongansari, Semarang

https://ibb.co/pXkGRGW
Semarang (31/07/2022) – Sebagai upaya untuk mewujudkan SDGs poin 6, yaitu air bersih dan sanitasi layak, mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2021/2022 menyelenggarakan program pelatihan pembuatan alat filtrasi sederhana guna menyaring air kotor dan mengubahnya menjadi air bersih sehingga layak digunakan untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus). Program ini diselenggarakan bersama para Karang Taruna Plamongansari yang bertempat di Balai Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada hari Minggu, 31 Juli 2022.

Air bersih sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan hidup yang terhindar dari penyakit. Namun sayangnya, ketersediaan air bersih semakin berkurang. Salah satu faktornya adalah penyedotan air tanah dalam yang berlebihan. Air tanah yang tersimpan di bawah permukaan bumi jika dilakukan penyedotan yang berlebihan, maka akan terjadi pencemaran air tanah dalam yang bersumber dari air tanah dangkal yang tercemar. Dilansir dari situs World Health Organization, air kotor dan sanitasi yang buruk meningkatkan resiko infeksi kulit. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukannya pelatihan pembuatan alat filtrasi sederhana dengan bahan yang murah dan mudah didapat.

Pelatihan dilakukan oleh Tania Chriselda Ganet, selaku Mahasiswa KKN Tim II Undip tahun 2021/2022 dari Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik. Selain pelatihan, diadakan sosialisasi kualitas air berdasarkan parameter fisika. Peserta pelatihan dan sosialisasi ini merupakan Karang Taruna Plamongansari. Para pemuda Karang Taruna sangat antusias ketika mengikuti program ini. Program ini mendapatkan respon yang positif dari pemuda Karang Taruna.

Sosialisasi Kualitas Air Bersih

Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Kualitas Air

Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana, murah, dan mudah didapat, antara lain spons, serat kapuk (dakron), kapas, 2 botol bekas, lem/isolasi, dan gunting. Dijelaskan bahwa spons berfungsi sebagai penyaring material padat dan besar, dakron berfungsi sebagai penyerap merkuri dari air, dan kapas berfungsi sebagai penyaring material yang lebih kecil. Dakron juga dapat diganti dengan arang. Bahan-bahan tersebut hanya merogoh kocek di bawah 30 ribu rupiah. Maka dari itu, para peserta dapat membuat alat filtrasi ini sendiri di rumah.

Pembuatan Alat Filtrasi Sederhana

Gambar 2. Pembuatan Alat Filtrasi Sederhana

Setelah membuat alat filtrasi tersebut, dilakukan uji coba. Alat filtrasi yang dibuat terbukti dapat menyaring material air dan mengubah air kotor menjadi air bersih. Peserta membawa pulang alat filtrasi yang telah dibuat dan kemudian memasangnya di kran rumah masing-masing. Dari program ini, diharapkan para pemuda Karang Taruna dapat mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan dapat menyalurkan ilmu yang telah diberikan melalui program-program Karang Taruna untuk semakin mengembangkan daerahnya.

Hasil Air yang Difiltrasi

Gambar 3. Hasil Alat Filtrasi Sederhana

Salah satu peserta pelatihan, Widya, menuturkan, “(Alat filtrasi) sudah dipasang di kran rumah dan hasilnya lumayan banget bisa menyaring kotoran-kotoran, sehingga air menjadi lebih bersih.” Menurutnya, alat filtrasi ini sangat worth it untuk dicoba karena bahan yang diperlukan sangat sederhana dan mudah dibuat. Widya juga menuturkan bahwa bimbingan dan ilmu yang diberikan bermanfaat untuk sekitar.

Alat Filtrasi Milik Peserta

Gambar 4. Pemasangan Alat Filtrasi di Kran Rumah Peserta

Penulis: Tania Chriselda Ganet/Teknik Geologi/FT
DPL : Dr. Rr. Karlina Aprilia Kusumadewi, S.E., M.Sc., Akt.
Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang
KKN Universitas Diponegoro Tim II 2021/2022