Cegah Stunting! Mahasiswa KKN UNDIP Buat Kreasi Menu PMT Puding Wortel Untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita

IMG-20220807-145524-628

Gambar 1. Puding Wortel Buatan Kelompok KKN Dusun Lerep RW 03

Dusun Lerep (07/08/2022) – Balita sebagai kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, terutama masalah terkait gizi. Hal ini disebabkan karena pada saat fase balita akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, apabila tidak diimbangi dengan pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang maka akan menimbulkan permasalahan kesehatan, salah satunya yaitu stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan asupan gizi kronis dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Upaya pencegahan permasalahan stunting menjadi perhatian besar bagi pemerintah karena dampak dari kekurangan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak ( sejak janin dalam kandungan sampai usia 2 tahun ) tidak dapat diperbaiki kembali. Kabupaten Semarang sebagai salah satu daerah yang memfokuskan upaya pencegahan stunting dengan menargetkan stunting tahun 2022 berada dibawah 5,8%. Penanganan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Semarang. Meskipun angka prevalensi stunting masih dibawah angka nasional, yang mencapai 27,7 persen. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Syaiful Nur Hidayat meminta semua pihak untuk turut berkomitmen membantu penanganan stunting tersebut.

Salah satu upaya pencegahan stunting yaitu dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah makanan yang diberikan kepada balita untuk memenuhi kecukupan gizi yang diperoleh balita dari makanan sehari-hari yang diberikan ibu. PMT sudah di atur dalam Permenkes RI nomor 51 tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi. Pemberian makanan tambahan yang berfokus baik pada zat gizi makro maupun zat gizi mikro bagi balita dan ibu hamil sangat diperlukan dalam rangka pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan balita stunting. Sedangkan pemberian makanan tambahan pada anak usia sekolah dasar diperlukan dalam rangka meningkatkan asupan gizi untuk menunjang kebutuhan gizi selama di sekolah dan di usianya saat remaja.

Sebagai upaya untuk berkontribusi mencegah terjadinya stunting, Adela Salshabila selaku Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022, Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bersama dengan kelompok KKN melaksanakan program multidisiplin “Program Pelaksanaan Kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Sebagai Upaya Untuk Mencegah Stunting Melalui Pembuatan Kreasi Menu PMT Puding Wortel”. Puding yang dibuat berbahan dasar wortel sehingga dapat meningkatkan nafsu makan balita.

IMG-20220807-115917-587

Gambar 2. Bahan-bahan Untuk Membuat Puding Wortel

Seperti yang kita ketahui bahwa kandungan nutrisi dan gizi yang ada dalam wortel sangat tinggi. Salah satu fungsi wortel adalah sebagai sumber beberapa vitamin dan mineral yang baik, khususnya vitamin A, biotin, vitamin K1, kalium, dan vitamin B6. Selain itu, wortel juga kaya akan beta-karoten. Karena itulah tidak heran apabila manfaat wortel dapat meningkatkan imunitas tubuh, terutama bagi balita.

Puding wortel yang dibuat yaitu sebanyak 80 buah dengan bahan-bahan meliputi agar-agar plain, wortel 1kg, gula, dan susu kental manis. Puding wortel ini dibagikan kepada balita yang hadir pada saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) di Posyandu Mekar Sari Dusun Lerep RW 03.

IMG-20220807-141910-378

Gambar 3. Puding Wortel yang Sudah Matang

IMG-20220807-145429-691

Gambar 4. Persiapan Membungkus Puding Wortel

Selain memberikan pudding wortel, kelompok kami juga membagikan brosur kreasi menu PMT sebanyak 8 buah kepada kader posyandu yang nantinya juga akan diberikan kepada setiap RT. Kelompok kami juga membagikan poster terkait stunting kepada anggota keluarga yang hadir pada saat kegiatan BIAN berlangsung.

Whats-App-Image-2022-08-10-at-23-01-45
Whats-App-Image-2022-08-10-at-23-02-24

Gambar 5. Poster Stunting

Puding wortel sebagai salah satu kreasi menu PMT ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita dan meningkatkan nafsu makan balita. Kegiatan pembuatan puding wortel ini disambut dengan baik oleh Ketua RW 03 Dusun Lerep dan Kader Posyandu lainnya. Melalui pelaksanaan program kerja multidisiplin ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk keseimbangan gizi balita, edukasi masyarakat mengenai kreasi menu PMT, serta diharapkan melalui pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya upaya untuk mencegah stunting.

Whats-App-Image-2022-08-10-at-23-05-28

Gambar 6. Foto Bersama Kelompok

IMG-20220808-121317-361

Gambar 7. Foto Bersama Kader Posyandu

Penulis : Adela Salshabila – 14020119130063 – Administrasi Publik – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Lokasi : Dusun Lerep RW 03, Desa Lerep, Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang
Dosen Pembimbing KKN : Ir. Sutrisno, MP