Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Berikan Edukasi Mengenai Perlindungan Hukum bagi Istri dan Anak Hasil Perkawinan Siri

Pada era sekarang, perkawinan siri dianggap lumrah oleh masyarakat karena perkawinan ini dianggap lebih mudah dan cepat untuk dilakukan menurut agama masing-masing, dimana hal tersebut tidak memerlukan catatan dari KUA maupun KCS. Masyarakat pelaku perkawinan siri tersebut tidak memahami serta mengerti apabila hal tersebut sangat berdampak negatif, khususnya bagi anak hasil perkawinan siri yang terbatas dalam mendapatkan haknya selayaknya anak sah dari perkawinan yang benar-benar sah menurut Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, seperti halnya dalam mendapatkan akta kelahiran dengan nama kedua orang tuanya. Tak hanya itu saja, pihak istri juga dirugikan karena adanya pembatasan hak sebagai seorang istri apabila suatu saat terjadi sengketa hukum dengan suami sirinya.

Saat ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 telah melakukan survei mengenai permasalahan hukum di lingkup RT 01 sampai dengan 06 dan RW 15 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur. Hasil dari survei tersebut menyatakan bahwa masih terdapat masyarakat sekitar yang menjadi pelaku perkawinan siri. Melihat kondisi tersebut, maka salah satu mahasiswa Fakultas Hukum peserta KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022, yaitu Erlina Nailal Khusna berinisiatif untuk memberikan edukasi beserta sosialisasi mengenai perlindungan hukum bagi istri dan anak hasil dari perkawinan siri.

Adapun tujuan dari diselenggarakannya sosialisasi ini yaitu untuk mengedukasi masyarakat Kelurahan Rejosari untuk menghindari perkawinan siri yang menimbulkan ketidakpastian mengenai perlindungan hukum bagi istri dan anak hasil perkawinan siri karena perkawinan ini tidak sah di mata negara.
Program sosialisasi tersebut diselenggarakan pada Minggu, tanggal 24 Juli 2022 yang dihadiri oleh sejumlah anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari RT 04/RW 15 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.

IMG-20220724-WA0020

Acara ini dimulai dengan pembagian leaflet yang telah menjelaskan secara singkat mengenai pokok-pokok materi sosialisasi kepada anggota PKK yang diikuti dengan sesi penyampaian materi sosialisasi secara terperinci. Setelah penjelasan materi usai, dilanjut dengan adanya sesi tanya jawab bagi peserta sosialisasi.

Program sosialisasi yang telah diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 dapat diikuti oleh masyarakat Kelurahan Rejosari dengan baik, dimana peserta akhirnya mengerti dan memahami bahwa adanya perkawinan siri ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi istri dan anak.

Sebelum sosialisasi ini berakhir, terdapat himbauan bagi peserta sosialisasi, yaitu anggota PKK RT 04/RW 15 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur untuk menghindarkan perkawinan siri kepada anaknya dan tetap memberi arahan untuk memilih melakukan perkawinan secara sah di mata hukum agar istri dan anak mendapat kemudahan dalam memenuhi hak-haknya karena terdapat kejelasan perlindungan hukum yang diberikan oleh negara.

Erlina Nailal Khusna – Fakultas Hukum Angkatan 2019
Dosen Pembimbing Lapagan : Apip., SE., M.Si
Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur