Membanggakan, Mahasiswa KKN Tim II Undip Membantu KWT untuk ubah Limbah Sisa Rumah Tangga menjadi POC yang bermanfaat!

Whats-App-Image-2022-08-11-at-10-27-35

Decomposser Prototype sebagai Output Monodisiplin

Semarang (10/08/2022) – Limbah rumah tangga dalam ruang lingkup pembuatan pupuk organik cair ini adalah sampah rumah tangga terutama bahan bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan yang sudah tidak digunakan lagi, sayur-sayuran yang tidak layak dikonsumsi, hewan laut yang sudah basi dan lain-lain. Maka, untuk sampah rumah tangga seperti plastik kresek, botol-botol bekas, pembalut, popok bayi, dan limbah yang sulit busuk mestinya dipisahkan pada tempat sampah tersendiri dan tidak diikutkan di dalam pembuatan pupuk organik cair.

Sosialiasi ini akan di lakukan pada RW 01, Keluraha Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, dikarenakan pada lokasi tersebut terdapat KWT Raflesia,sehingga diharapkan dengan adanya sosialiasi ini para ibu ibu anggota KWT semakin paham dan semangat dalam melakukan kegiatannya
Pupuk organik merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk mengkondisikan atau memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Pupuk organik cair adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan, dengan kandungan unsur hara yang majemuk. Bahan-bahan untuk membuatnya inilah yang membedakan pupuk organik dan anorganik. Hasil uji komposisi kandungan unsur hara pada pupuk anorganik biasanya lebih lengkap dan terukur dibandingkan dengan pupuk organik cair. Tetapi, meskipun kandungan hara pada pupuk anorganik lebih lengkap dibanding pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk anorganik banyak sekali.
Cara pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga hanya untuk orang-orang yang tidak gampang jijik dikarenakan bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan pupuk organik cair adalah limbah rumah tangga yang bentuk dan rupanya tidak sejuk di mata. Belum lagi aromanya yang mungkin akan sangat mengganggu. Meski demikian jika anda memang berniat, persoalan ini bisa disiasati dengan menggunakan masker dan sarung tangan.

Whats-App-Image-2022-08-11-at-10-27-35-2

proses pemotongan bahan baku limbah sayur

Kegiatan ini dilakukan dengan penjelasan singkat mengenai cara pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Langkah pembuatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) yaitu sebagai berikut:

1. Siapkan bahan bakunya, yakni sampah-sampah organik. Anda bisa mendapatkannya dari limbah rumah tangga.
2. Kemudian cincang semua sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
3. Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan pula kantong plastik dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
4. Siapkan tetes tebu atau gula yang sudah dilarutkan untuk mengaktifkan EM4.

Siapkan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan. Anda bisa membelinya di toko-toko pertanian.

Selanjutnya, setelah penjelasan tersebut dilakukan demonstrasi cara pembuatan pupuk organik cairnya. Saat sedang dilakukan demonstrasi ada ibu-ibu bertanya “Bagaimana cara pengaplikasiannya pada tanaman?” Pupuk Organik Cair (POC) yang sudah jadi dapat langsung digunakan pada tanaman dengan cara, jika tanamannya didalam pot maka POC diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan POC dan air sebanyak 10:1, atau 1 liter air 100 ml POC.

Bu Nia menuturkan bahwa ” sosialiasi ini sangat menambah pengetahuannya sehingga ia dapat memanfaatkan limbah yang ada di rumahnya”

Penulis : Adi Rahman Satrio (S1 Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian)
Editor : Hendrik, A.S.