MASA DEPAN GENERASI MUDA INDONESIA TERANCAM?!?! MAHASISWA TIM II KKN UNIVESTIAS DIPONEGORO MELAKSANAKAN KAMPANYE “NGADOHI NARKOBA” #HIDUP100%

Screen-Shot-2022-08-13-at-16-20-00

Edukasi remaja “Ngadohi Narkoba #Hidup100%”

Tawangmas, Kota Semarang (10/8/2022) – Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berperang menghadapi persebaran narkoba di nusantara. Canggihnya teknologi dan mudahnya informasi membuat peredaran narkotika semakin mudah dan meluas. Terus berkembangnya varian narkoba jenis baru semakin mengancam masa depan anak bangsa.
Narkoba sendiri merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkoba dapat didefinisikan sebagai bahan atau zat tertentu yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan ataupun psikologis seseorang, diantaranya pikiran, perasaan, dan perilaku, serta menimbulkan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologi.

Saat ini Indonesia telah memasuki negara darurat narkoba sesuai dengan katergori yang dinyatakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sendiri. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya kasus narkoba disertai semakin sulitnya penghentian kasus narkoba di Indonesia. Meskipun begitu, masyarakat Indonesia sepertinya masih menganggap remeh kasus narkoba ini dan menyikapinya dengan biasa saja dibalik besarnya ancaman dan bahaya yang terjadi dari penyalahgunaan narkoba. Narkoba telah merenggut kurang lebih 12 ribu nyawa anak bangsa setiap tahunnya. Oleh karena itu, pentingnya kesadaran dan kewaspadaan akan bahaya narkoba ini harus didasari dari diri sendiri.

Alasan mengapa remaja sangat rawan terhadap pengaruh buruk dari narkoba ini berhubungan dengan perilaku remaja itu sendiri. Masa remaja ditandai dengan masa labil membuat anak remaja lebih mudah “tersesat” dalam pergaulan dalam upaya menemukan jati diri mereka. Kemudahan akses informasi dan juga pemikiran yang masih cenderung pendek menjadi urgensi tersendiri untuk selalu menegaskan bahwa dari narkoba terhadap kaum muda khususnya para remaja.

Fenomena ini mendorong mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang terdiri atas Aurel (Ilmu Komunikasi 2019), Lea (Kedokteran Umum 2019), Daniel (Manajemen 2019), Widny (Hukum 2019), dan Aldo (Manajemen 2019)untuk menyelenggarakan program penyuluhan mengenai bahaya dan cara pencegahan narkoba yang semakin marak terjadi pada generasi muda Indonesia. Melalui penyelenggaraan program kerja “Ngadohi Narkoba #Hidup100%” yang dilaksanakan pada Senin, 25 Juli 2022 yang ditujukan pada masyarakat umum khususnya kaum remaja diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bahaya dan tips agar terhindar dari narkoba khususnya di Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Tuntutan pergaulan pada remaja masa kini yang didukung dengan kemudahan mendapatkan informasi dan kecanggihan teknologi dapat menjadi pisau bermata dua. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Narkotika Nasional yang menyatakan bahwa beberapa alasan pemakai narkoba pertama kali adalah disebabkan oleh faktor coba-coba dengan persentase 67,2%.

Picture1

Poster edukasi “Ngadohi Narkoba #Hidup100%”

Program kerja “Ngadohi Narkoba #Hidup100%” ini bertujuan untuk mendorong kaum remaja agar tidak terpikir untuk mencoba-coba narkoba mengingat dampaknya yang sangat berbahaya dan memberikan tips untuk menghindari narkoba yang dapat dilakukan dengan menghindari lokasi rawan (tempat hiburan malam, gang, dan lain-lain), memilih teman bergaul dengan baik dan bijak, memahami dampak dan bahaya penggunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, dan mengingat ancaman pidana penjara dan denda untuk pengguna narkoba.

IMG-3312

Penempelan poster edukasi di Balai RW 10

Output dari program kerja “Ngadohi Narkoba #Hidup100%” ini berbentuk poster menarik yang mudah dipahami dan penyuluhan secara door-to-door. Poster juga ditempelkan pada beberapa lokasi umum yang mudah diakses oleh masyarakat seperti balai RW dan lain-lain. Meskipun pemaparan materi difokuskan ke kaum remaja, masyarakat sekitar dan orang tua juga menjadi target penyuluhan program kerja ini untuk dapat memberikan support dan dorongan dalam menjauhi narkoba. Tanggapan yang diberikan audiens sangatlah positif dimana pemaparan materi dapat tersampaikan dengan baik dan para audiens setuju dengan gerakan program kerja yang dilakukan agar lingkungan mereka terhindar dari narkoba.

Anggota Kelompok KKN:

1. Marelda Aurellia / 14040119190127
2. Nonna Naftalie Yubellea S. / 22010119130118
3. Valentino Daniel Kristanto G. / 12010119130103
4. Widny Putri Yohhana / 11000119130341
5. Yoseph Aldo Kresna Gunawan / 12010119120033

Penulis: Yoseph Aldo Kresna Gunawan / 12010119120033

DPL: Rosa Amalia, S.Pi, M.Si