Atasi Limbah Daun Kering, Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Lakukan Pelatihan Pembuatan Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif Masa Depan

Purwosari, Mijen (30/07/2022) – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Firmansyah dari Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Matematika, melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan briket dari limbah daun kering sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan ini dilakukan di rumah ketua RW 04 Kelurahan Purwosari dan diikuti oleh anggota Karang Taruna serta seluruh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di RW 04.

Kegiatan pelatihan pembuatan briket didasari oleh banyaknya warga RW 04 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen yang menanam pohon buah-buahan seperti rambutan, durian, alpukat, jambu air, nangka, dan mangga. Pohon yang tumbuh menyebabkan area halaman dan pekarangan rumah serta kebun dipenuhi dengan dedaunan kering yang meranggas. Daun yang meranggas membuat lingkungan menjadi kotor dan pada akhirnya daun-daun tersebut dibakar tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Sebagai salah satu bagian dari energi alternatif biomassa, daun kering dapat dimanfaatkan menjadi sumber bahan bakar yaitu briket. Selain memaksimalkan pemanfaatan limbah daun kering menjadi briket, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama kelompok remaja Karang Taruna RW 04, berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s) nomor tujuh tentang “Energi Bersih dan Terjangkau”.

Whats-App-Image-2022-08-11-at-17-04-26

Kegiatan diawali dengan melakukan pengadaan limbah daun kering yang berada di sekitar wilayah RW 04 Kelurahan Purwosari. Daun kering dijemur terlebih dahulu hingga kadar airnya berkurang sebelum masuk ke proses pembakaran. Pembakaran dilakukan hingga semua daun berubah menjadi arang. Setelah itu, arang dapat dihaluskan sehingga dihasilkan serbuk arang. Serbuk arang hasil ayakan, nantinya dicampur dengan perekat berupa lem kanji yang terbuat dari tepung tapioka dan air untuk kemudian dicetak menjadi briket. Briket hasil cetak dapat dijemur hingga kering di bawah sinar matahari selama 2-3 hari dan dapat disimpan atau dikemas sehingga briket awet, tidak lembab dan berjamur. Selain praktik pembuatan briket, pada sesi penyampaian materi, diperkenalkan juga mengenai energi alternatif dan manfaatnya untuk manusia dan lingkungan kepada kelompok remaja Karang Taruna RW 04.

IMG-7850-HEIC

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar, peserta cukup antusias dengan materi yang disampaikan dan praktik pembuatan briket yang dilakukan. Melalui kegiatan ini diharapkan limbah daun kering yang tadinya belum dimanfaatkan dapat diolah secara maksimal menjadi bahan bakar briket serta dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama kelompok remaja dalam pembuatan briket dari limbah daun kering.

Reporter: Firmansyah, S1 Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Editor: Yanuar Yoga Prasetyawan, M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *