Sampah Organik? Yuk dimanfaatkan jadi pupuk!

Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang(Selasa, 2 Agustus 2022). Mahasiswa KKN UNDIP melakukakan eduksi pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos dengan metode takakura kepada salah satu pemilik kebun ketela pohon di Kelurahan Pesantren. Edukasi ini dilakukan oleh Kezia Andin Yovanda Dewi dari prodi Teknik Lingkungan.

KOMPOS-1

Edukasi ini dilakukan kepada Pak Bahari yang merupakan petani ketela pohon di Kelurahan Pesantren. Ketela pohon sendiri merupakan komoditas utama di Kelurahan Pesantren. Kelurahan Pesantren memiliki kampung ketla pohon yang menjadi salah satu kampung tematik di Kota Semarang.

Metode yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos ini adalah takakura. Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aerob, di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan
dengan cara memasukkan sampah organic (idealnya sampah organik tercacah) ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.

KOMPOS-2

Penulis : Kezia Andin Yovanda Dewi
DPL : Roro Isyawati P. G, S.IP, M.IP