Marak Menimbulkan Kerisauan, Mahasiswa Undip Memberikan Edukasi Mengenai Bahaya Berita Hoax

Jagakarsa, Jakarta Selatan (16/07/2022) – Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi menjadi salah satu bagian penting yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan dari orang yang tidak bertanggungjawab, salah satunya ialah adanya penyebaran berita hoax. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.

“Data Kemenkominfo menyebutkan bahwa ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.”

Oleh karena itu, dalam rangka perwujudan penghormatan atas hak dan kewajiban setiap orang dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat yang demokratis dalam terbentuknya masyarakat yang beretika dalam berinternet dan mencegah kerugian bagi masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Undip 2021/2022 melakukan edukasi bahaya berita hoaks bagi masyarakat di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa.

Kegiatan ini juga dilakukan berdasarkan hasil dari survey yang telah dilakukan di Kelurahan Lenteng Agung, dimana masyarakat dari berbagai kalangan sudah melek teknologi. Selain itu, penyebaran informasi pada zaman ini sudah sangat mudah untuk dilakukan sehingga diperlukan pengetahuan lebih lanjut mengenai cara membedakan berita asli dengan berita hoaks.

“Setidaknya 30% sampai hampir 60% orang Indonesia terpapar
berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21% sampai 36%
saja yang mampu mengenali hoaks. Kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan dan agama.”

Pada hari Kamis, 21 Juli 2022, dilakukan Edukasi dengan mekanisme sosialisasi kepada warga mengenai bahaya berita hoaks, sosialisasi dikhususkan kepada anggota karang taruna yang berada di lingkungan Kelurahan Lenteng Agung. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penjelasan dari poster yang telah disiapkan. Materi yang disampaikan yakni seputar bahaya dan konsekuensi yang dapat ditimbulkan apabila menyebarkan berita hoaks. Selain itu terdapat juga penjelasan mengenai definisi dari berita hoaks serta materi-materi yang terkait seperti dampak kepada orang yang menerima berita hoaks dan sanksi terhadap seorang yang menyebarkan berita hoaks.

Program berlangsung dengan lancar, hal ini dapat dilihat dari para remaja yang mengikuti dan mendengarkan penjelasan dengan baik serta memiliki antusias dalam mengajukan pertanyaan yang relevan terhadap penjelasan yang kurang dimengerti. Namun, evaluasi dari program ini ialah terdapat kesulitan untuk menemui anggota karang taruna, karena program ini dilaksanakan pada saat hari kerja sehingga remaja tersebut masih memiliki kesibukan masing-masing.
Setelah program ini dilaksanakan, harapan dari masyarakat adalah mereka mampu untuk mengidentifikasi berita hoaks. Diharap kesadaran masyarakat akan meningkat, sehingga tidak lagi mudah dalam memercayai suatu berita begitu saja. Dengan meningkatnya kesadaran ini, isu penyebaran berita hoaks yang begitu marak dapat ditekan.

Referensi:
https://www.kominfo.go.id/content/detail/12008/ada-800000-situs-penyebar-hoax-di- indonesia/0/sorotan_media

https://www.beritasatu.com/archive/700917/survei-kic-hampir-60-orang-indonesia-terpapar- hoax-saat-mengakses-internet