Pencegahan Bahaya Mikroplastik terhadap Lingkungan

monno

Semarang (12/8/2022) – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja sosialisasi di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Kegiatan sosialisasi dilakukan sebagai sarana untuk berbagi ilmu dan wadah untuk berinteraksi secara langsung kepada masyarakat Sawah Besar. Sawah Besar merupakan wilayah di Kota Semarang yang letaknya berdampingan dengan Sungai Banjir Kanal Timur.

Mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah, hingga pendangkalan sungai. Permasalahan tersebut disebabkan oleh limbah-limbah plastik yang jumlahnya melebihi kapasitas dan tersebar di wilayah sekitaran. Maka dari itu, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di Kelurahan Sawah Besar melakukan program kerja monodisiplin dengan judul “Penyuluhan bahaya mikroplastik terhadap lingkungan sekitar, daerah aliran sungai, dan lingkungan laut” yang diadakan pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Tujuan diadakannya sosialisasi ini yaitu sebagai edukasi mengenai bahaya mikroplastik serta memberikan cara meminimalisir adanya mikroplastik di lingkungan.

Sosialisasi dilakukan dengan metode door to door dikarenakan metode paling efektif dilakukan. Dengan materi sosialisasi yang dibawakan mulai dari pengertian mikroplastik, bahaya mikroplastik, sumber mikroplastik, cara pencegahan adanya mikroplastik, dan diakhiri dengan pembagian poster sebagai materi penunjang.

Partikel-partikel dari plastik dengan ukuran kurang dari 55 mm inilah yang akhirnya disebut sebagai mikroplastik. Sungai dan laut menjadi lingkungan yang paling terdampak limbah plastik. Namun tidak hanya itu, partikel mikroplastik ternyata juga ditemukan di udara. Dilansir dari laman Natural Geoscience mikroplastik dapat mencemari area setidaknya 100 kilometer dari sumbernya melalui perjalanan udara.

Mikroplastik sangat berbahaya karena mengandung bahan kimia yang menyebabkan keracunan. Mikroplastik berasal dari manik-manik mikro di industri, pelet plastik, hingga sampah plastik yang hancur terdekomposisi. Mikroplastik dapat diminimalisir dengan berbagai cara seperti, mencuci pakaian tanpa memakai mesin cuci, menggunakan transportasi umum, menggunakan botol air kaca dan mengurangi penggunaan plastik.

Harapannya melalui penyuluhan ini masyarakat Kelurahan Sawah Besar dapat secara sadar mengurangi penggunaan plastik yang dapat menimbulkan keberadaan mikroplastik.

Penulis : Muhammad Athala Haykal / 26050119130123 / Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan / Oseanografi
Dosen Pembimbing Lapangan : Ir. RTD. Wisnu Broto, MT
Lokasi : Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah