CEGAH STUNTING! MAHASISWA TIM KKN II UNDIP MEMBUAT BOOKLET KIE IBU DAN ANAK UNTUK MENDUKUNG PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG STUNTING BAGI IBU HAMIL DI DESA MEDAYU

Whats-App-Image-2022-08-12-at-6-33-15-AM

Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang (13/07/2022) – Mahasiswa yang tergabung dalam TIM II KKN Undip 2022 memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai Pendidikan Kesehatan tentang Stunting kepada ibu-ibu hamil di Desa Medayu.

Upaya penurunan prevalensi stunting di Indonesia menjadi agenda nasional RI. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG) 2016, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,5%. Artinya, masalah stunting di Indonesia dikategorikan sebagai masalah kronis. Di medayu sendiri, berdasarkan wawancara kepada stakeholder setempat, telah ditemukan fenomena stunting pada anak. Apabila tidak dilakukan tindakan pencegahan, maka stunting dapat menjadi katalis negatif bagi pencapaian poin ke-3 tujuan pembangunan nasional (Sustainable Development Goals).

Program Pendidikan Kesehatan Tentang Stunting merupakan program kerja monodisiplin yang dilaksanakan dalam bentuk kelas ibu hamil. Bertempat di PAUD Melati, Dusun Pesahangan, Desa Medayu, Watukumpul, Pemalang kelas ibu hamil ini dihadiri oleh 18 ibu hamil dari seluruh dusun di Desa Medayu. Program pendidikan kesehatan bagi ibu hamil ini dilaksanakan pada Rabu, 13 Juli 2022 dengan didampingi oleh bidan desa dan kadernya.

Stunting merupakan kejadian yang dapat dicegah. Salah satu upaya pencegahan kejadian stunting pada balita adalah dengan memberikan pengetahuan yang adekuat terkait dengan pencegahan stunting kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap stunting. Dalam hal ini, masyarakat rentang yang dimaksud adalah ibu hamil. Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Stunting diusung dengan tujuan untuk mencegah munculnya kejadian stunting di Desa Medayu. Dengan memberikan pengetahuan yang cukup bagi ibu hamil, potensi kejadian stunting di Desa Medayu dapat diperkecil.

Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang Stunting ini terlaksana dengan baik dalam durasi ± 1 jam yang terbagi dalam empat tahap; 1). Orientasi, yaitu tahap pembukaan dan penyampaian maksud serta tujuan kegiatan; 2) Tahap kerja, yaitu pemberian informasi dan edukasi mengenai stunting. Materi diberikan secara interaktif dengan bantuan booklet yang dibagikan kepada setiap peserta kegiatan. Setelah materi selesai, peserta diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang telah diberikan; 3) Tahap evaluasi, yaitu tahap untuk memvalidasi pemahaman peserta mengenai materi stunting yang dilakukan dengan cara me-recall materi yang telah disampaikan. Dan terakhir; 4) Tahap terminasi, yaitu tahap penutup yang dilakukan dengan pembagian doorprize dan ucapan terimakasih, serta foto bersama.

Penulis: Septyaji Prisma Listyanta (22020119130108), Mahasiswa Ilmu Keperawatan, Departemen Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, UNDIP.

Dosen KKN: Clara Yully Diana Ekaristi, S.E., M.Acc