Cegah sebelum Mewabah! Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami Tanaman Serai sebagai Upaya Pencegahan DBD

Kabupaten Semarang (7/8/2022) – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak disertai manifestasi pendarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan (shock) hingga kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyebaran penyakit DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keberadaan vektor, kondisi lingkungan dan iklim, kepadatan dan perilaku penduduk, adanya penampungan alami atau buatan di sekitar rumah, serta adanya tempat pembuangan sampah. Salah satu cara pencegahan dan pengendalian DBD yang cukup efektif yaitu dengan memutus rantai penularannya melalui pengendalian nyamuk sebagai vektor dari penyakit tersebut.

Masyarakat umumnya membasmi nyamuk menggunakan obat anti nyamuk kimiawi baik yang berbentuk semprot, oles, maupun bakar yang banyak dijual di pasaran. Namun, di samping manfaatnya dalam membasmi nyamuk, obat anti nyamuk kimiawi memiliki efek samping yang cukup serius. Spray anti nyamuk kimiawi umumnya mengandung diethyltoluamide (DEET) yang dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit, ruam kemerahan pada kulit, dan gatal-gatal apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Di samping itu, beberapa kandungan senyawa seperti organofosfat, karbamat, organoklorin, dan piretroid pada obat anti nyamuk kimiawi dapat menimbulkan resistensi nyamuk.

Whats-App-Image-2022-08-09-at-12-02-17

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 melakukan kegiatan sosialisasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami Tanaman Serai di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tanaman serai diketahui dapat menghasilkan minyak atsiri dengan kandungan sitronelol, geraniol, dan sitronelal yang dapat dimanfaatkan sebagai repellent (pengusir nyamuk). Minyak atsiri tanaman serai memiliki aroma khas yang dapat mengganggu sistem sensoris dan saraf pada nyamuk. Aroma khas ini berperan sebagai sinyal dalam memberikan peringatan untuk memunculkan respon penolakan atau memblok indera penciuman nyamuk sehingga nyamuk tidak mengenali mangsanya. Nyamuk yang berkontak langsung dengan minyak atsiri tanaman serai akan mati akibat serangkaian mekanisme yang mengakibatkan kehilangan cairan dalam tubuhnya.

Whats-App-Image-2022-08-09-at-12-02-19

Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 7 Agustus 2022 di rumah Ibu Amirotun RT 3 RW 6, Dusun Jetis, Desa Leyangan ini menuai tanggapan positif dari para peserta. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 28 ibu-ibu PKK RT 3 RW 6, Dusun Jetis, Desa Leyangan. Sosialisasi dimulai dengan pembukaan dan pembagian poster materi yang akan dijelaskan. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan materi terkait kasus DBD, peta persebaran DBD, cara pencegahan DBD, serta kandungan dan manfaat spray anti nyamuk alami tanaman serai. Mahasiswa KKN juga melakukan demonstrasi cara pembuatan spray anti nyamuk alami menggunakan tanaman serai dengan metode sederhana. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab, dokumentasi, dan penutup.

Whats-App-Image-2022-08-09-at-12-02-22

Ibu-ibu PKK RT 3 RW 6, Dusun Jetis, Desa Leyangan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi. Hal ini dibuktikan dengan interaksi yang aktif dari peserta dan mahasiswa KKN. Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN membagikan spray anti nyamuk alami tanaman serai yang sudah dibuat kepada ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan. Harapan dari Ibu Maryatun yaitu, “semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah wawasan ibu-ibu mengenai cara pencegahan nyamuk dengan memanfaatkan senyawa atau bahan alami.”

Penulis: Rida Apriliyanti – 24020119130129 – Biologi, Fakultas Sains dan Matematika
Dosen Pembimbing Lapangan: Damar Nurwahyu Bima, S.Si., M.Si.
Lokasi: Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang