KEKERASAN RUMAH TANGGA? MAAF ITU BUKAN BUDAYA HIDUP BERUMAH TANGGA

Tambakaji, Ngaliyan (29/07) Seorang mahasiswa KKN Tim II UNDIP di Kelurahan Tambakaji melaksanakan program kerja monodisiplin berupa edukasi mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga di RW 12 Kelurahan Tambakaji. Program tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Giffarly Pramudya, mahasiswa S1-Ilmu Hukum UNDIP.
Tepat di RW 12, selaku dengan program yang pertama adalah mengenai perkawinan tanpa adanya paksaan dan di program ini mahasiswa menjelaskan salah satu dampak apabila perkawinan dilakukan secara terpaksa. Usia yang dianggap sebagai matang adalah rentan usia 20-25 tahun. Dari rentan usia tersebut, pasti banyaknya keinginan untuk mengadakan pernikahan karna sudah merasa siap dari segala aspek. Tetapi, terkadang masih saja ada hal yang belum siap secara mental dalam kehidupan berumah tangga. Kehidupan rumah tangga memang unik, tetapi juga rumit.
Dari permasalahan tersebut, mahasiswa mengadakan suatu diskusi yang dimana mahasiswa berbaur dengan remaja yang ada di RW 12 tanpa adanya unsur untuk menggurui tetapi memang ingin mengadakan diskusi dan saling bertukar cerita serta pikiran. Mahasiswa mengadakan diskusi ketika karang taruna RW 12 sedang melakukan suatu perkumpulan. Mahasiswa juga membagikan brosur yang berisi tentang hal-hal yang menyebabkan terjadinya KDRT dan dampak kedepannya.

Whats-App-Image-2022-08-11-at-21-32-26-1
Dokumentasi pelaksanaan program

Pada kegiatan diskusi tersebut, remaja Karang Taruna RW 12 sangat antusias dan tertarik pada pembahasan tersebut. Dapat dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang menyebabkan diskusi tersebut berjalan cukup lancar. Salah satu pertanyaan yang cukup unik adalah “bagaimana cara menghadapi suatu kondisi bimbang dalam perkawinan yang menyebabkan kekerasan tersebut?” Dan mahasiswa menjawab ” Pernikahan memang bukan hal yang mudah dalam menjalaninya, karna dipernikahan tersebut menyatukan dua orang yang mempunyai egonya masing-masing dan bagaimana cara kita menyikapi akan hal itu untuk bisa selalu mengerti keadaan satu sama lain.”

Whats-App-Image-2022-08-11-at-21-32-26
Dokumentasi pelaksanaan program

Dengan adanya program tersebut, mahasiswa berharap para remaja dapat menjauhi KDRT tersebut dan mencoba membangun keadaan yang harmonis pada pernikahan tersebut.