Minyak Jelantah Masih Bisa Dimanfaatkan! Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Melakukan Inovasi dan Pelatihan kepada Masyarakat dalam Memanfaatkan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

20220812-080037

Gambar 1. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan lilin aromatik dari limbah minyak jelantah bersama ibu-ibu PKK RW 03 Kelurahan Krobokan

Krobokan, Semarang (23/07/22) – Minyak goreng bekas atau yang dikenal dengan minyak jelantah merupakan minyak goreng sisa penggorengan hasil aktivitas rumah tangga ataupun komersil yang sudah tidak layak pakai, sehingga dikategorikan sebagai limbah karena pembuangannya dapat menyebabkan gangguan pada lingkungan dan menimbulkan sejumlah penyakit. Pembuangan limbah minyak jelantah seringkali tidak terkontrol dan dibuang sembarangan melalui saluran air yang mana seringkali dapat mengakibatkan penyumbatan. Hal ini dapat terjadi karena minyak jelantah dapat membeku dan menggumpal jika dibuang ke saluran air. Selain itu, pembuangan limbah minyak jelantah ke badan air terbuka seperti sungai/danau juga harus dihindari, hal ini akan mengganggu kelangsungan hidup biota perairan tersebut karena limbah minyak jelantah akan mengapung di permukaan dan menghalangi cahaya matahari untuk masuk ke dalam perairan, sehingga proses fotosintesis akan terganggu. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam penanganan limbah minyak jelantah untuk mengurangi buangan ke lingkungan, salah satunya melalui pengolahan menjadi lilin aromatik.

Potensi minyak goreng bekas banyak tersedia di masyarakat, sehingga besar peluang kita untuk melakukan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromatik. Sehubungan dengan hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja dengan tema pemberdayaan masyarakat berbasis pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program yang dilaksanakan adalah kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan lilin aromatik dari limbah minyak jelantah. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK RW 03 Kelurahan Krobokan, Semarang.

20220812-080847

Gambar 2. Lilin aromatik dari limbah minyak jelantah

“Program yang inovatif dan kreatif, warga juga kebetulan mengumpulkan limbah minyak jelantah, tapi dari program ini, kami mendapat pengetahuan baru jika limbah minyak jelantah ternyata bisa dibuat macam-macam produk khususnya lilin aromatik” ungkap Ibu Pungki selaku Ketua PKK RW 03. Program ini diharapkan mampu menambah wawasan dan menjadi ladang kreativitas ibu-ibu RW 03 untuk dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat.

Penulis: Rizky Hafid Nugroho
Lokasi KKN: Kelurahan Krobokan, Semarang Barat
DPL: Laura Andri Retno Martini, S.S., M.A.