Mengulik Sejarah Desa dan Menggali Potensi Desa Kalibanteng Kulon
Semarang, Senin (08/08/2022). Salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan sosialisasi edukasi mengenai sejarah desa Kalibanteng Kulon kepada warga, tokoh masyarakat dan juga mahasiswa KKN yang lain di Kelurahan Kalibanteng Kulon.
Desa Kalibanteng Kulon itu sendiri merupakan desa yang terletak di sebelah barat Kota Semarang dan merupakan daerah yang dekat dengan Pantura.
Mahasiswa memperkenalkan sejarah desa Kalibanteng Kulon sebagai salah satu bentuk dari upaya perwujudan Sustainable Development Goals atau SDGs point 4 (Quality Education).
Kelurahan Kalibanteng Kulon memiliki 6 RW yang terdiri dari 48 RT. Saat ini Kelurahan Kalibanteng Kulon dipimpin oleh Bapak Sukri, S.H dan dibantu oleh perangkat kelurahan lainnya.
Asal nama Kalibanteng Kulon didasarkan pada cerita rakyat yang awalnya terdapat dua sungai yaitu sungai atau kali Silandak dan Siangker. kedua sungai tersebut dahulu sering digunakan oleh warga secara beramai-ramai untuk memandikan binatang peliharaannya yaitu kerbau atau sapi banteng.
Pada paruh kedua tahun 1970. Di Kelurahan muncul kompleks lokalisasi di daerah Jalan Sri Kuncoro yang dahulunya merupakan tempat prostitusi tetapi setelah tahun 2019 tempat tersebut dialokasikan sebagai tempat karaoke dan bebas prostitusi.
Selain itu terdapat bukti-bukti bahwa daratan rendah dulu bekas pantai yakni ditemukan rantai besi besar untuk tali jangkar yang pernah ditemukan dan terikat di pohon asam dekat makam Mbah Banteng Wareng di RW 4.
Terdapat potensi yang dikembangkan di wilayah Kalibanteng Kulon seperti tempat wisata religi seperti Makam Sun Koen Ing dan Makam Belanda Cercoove. Selain itu juga terdapat tempat hiburan karaoke yang dapat menunjang pendapatan warga lokal.
Adanya Sejarah Desa Kalibanteng Kulon ini berguna untuk masyarakat yang belum mengenal lebih dekat mengenai desanya sendiri. Sesuai dengan survei yang dilakukan penulis masih banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana nama desa tersebut tercetus.
Atas dasar latar belakang tersebut, mendorong Mahasiswa untuk memperkenalkan sejarah dari Desa Kalibanteng Kulon ini kepada masyarakat yang berkunjung di Kelurahan Kalibanteng Kulon. Mahasiswa melakukan edukasi dan sosialisasi secara langsung kepada warga melalui metode IPTEKS sederhana yang menggunakan Standing Banner dan video yang dapat memberikan informasi secara luas kepada masyarakat yang berada di luar Kelurahan Kalibanteng Kulon
Harapannya melalui program KKN ini, masyarakat memiliki pengetahuan yang baru. Standing Banner menjadi sarana edukasi masyarakat yang berkunjung sehingga dapat memberitahu kepada masyarakat yang lain mengenai sejarah desa kelurahan Kalibanteng Kulon.
Penulis: Ayu Sih Nugrahaningtyas
DPL: Dr. Noer Abyor Handayani, S.T., M.T.