Tubuhku Milikku! Edukasi Mengenal Tubuh Sendiri Demi Cegah Pelecehan Seksual!

Kembangarum, Semarang (26/7) – Kasus pelecehan seksual pada anak sedang marak terjadi selama beberapa tahun belakang. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti, mencatat bahwa sepanjang periode Januari hingga Juli 2022, terdapat 12 kasus kekerasan seksual yang terjadi. Kasus ini hanya berdasarkan hasil pemantauannya yang dilakukan di media massa dari kasus yang telah dilaporkan oleh keluarga korban ke pihak kepolisian.

Dari 12 kasus tersebut, 31% kasus kekerasan terjadi pada anak laki-laki dan 69% pada anak perempuan. Maka dari itu, perlu perhatian lebih dari orang tua dan juga orang dewasa sekitar anak untuk memberikan pemahaman seksualitas sejak dini demi menurunkan angka pelecehan seksual di Indonesia.

IMG-3082

Mahasiswa peserta KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2022, Raisha Khairuliza, memberikan edukasi di SDN 01 Kembangarum mengenai edukasi seksual yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual khususnya pada anak. Edukasi ini disampaikan kepada siswa-siswi kelas 1 SDN 01 Kembangarum yang berjumlah 50 siswa dan beberapa orang guru. Materi yang disampaikan berisi pengenalan bagian-bagian tubuh manusia, bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain baik laki-laki maupun perempuan. Mahasiswa juga memberikan kuis interaktif untuk anak sebagai pendukung dari materi yang telah diberikan.

Dari hasil kegiatan tersebut, siswa-siswi kelas 1 sudah cukup mengenal nama-nama anggota tubuhnya, tetapi masih bingung dan bertanya mengapa tubuhnya tidak boleh disentuh oleh orang lain. Sejalan dengan hal tersebut, pendidikan mengenai edukasi seksual masih sangat diperlukan di daerah ini agar generasi penerus bangsa memiliki kesadaran atas pentingnya memahami edukasi seksual sejak dini.

image

Dengan adanya kegiatan edukasi ini diharapkan masyarakat menjadi lebih waspada akan kasus pelecehan seksual pada anak dan juga sadar akan pentingnya edukasi seksual. Poster yang diberikan juga diharapkan dapat menjadi awal mula pembelajaran jangka panjang.

Penulis: Raisha Khairuliza, Mahasiswa S1 Psikologi, Peserta KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022.

Dosen Pembimbing: Dr. Noer Abyor Handayani, S.T., M.T.