ACES: Ayo Cegah Stunting! Sosialisasi pencegahan stunting di Kelurahan Jatikarya

Bekasi (12/08/2022). Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting ditandai dengan berat badan dan tinggi badan kurang dari yang seharusnya berdasarkan usia anak. Penyebab utama dari stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, sanitasi buruk, minimnya air bersih, dan kebersihan lingkungan. Stunting dapat menyebabkan beberapa masalah pada anak seperti lebih rentan terkena penyakit, kesulitan belajar, gangguan kognitif, dll.

Masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, di mana menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Walaupun menurun dari tahun 2018 (30,8%), masalah stunting di Indonesia cukup serius dan kronis karena menurut standar WHO, suatu wilayah dianggap kronis jika prevalensi stunting¬-nya di atas 20%. Target pemerintah pada tahun 2024 untuk prevalensi stunting adalah 14% sehingga diperlukan sosialisasi dan penyuluhan yang dapat memberikan informasi bagi orang tua. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui edukasi kebutuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif dan MPASI, serta kerutinan orang tua memeriksakan anaknya ke Posyandu.

1301557-0

Terkait hal tersebut, mahasiswa kedokteran Universitas Diponegoro, Farah Salsabilla P., melakukan sosialisasi pencegahan stunting dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Dalam melakukan hal ini, mahasiswa berkolaborasi dengan Puskesmas Jatikarya. Sosialisasi dilakukan di Posyandu RW 04 dan RW 05 bersamaan dengan dilakukannya BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang diadakan selama bulan Agustus. Sosialisasi pencegahan stunting kali ini dibawa dengan judul “ACES: Ayo Cegah Stunting!” materi yang dibawakan meliputi pengertian stunting, tanda-tanda stunting, dan pencegahan stunting (1000 hari kehidupan, sanitasi lingkungan, imunisasi dasar, dan check up rutin).

ACES-Ayo-Cegah-Stunting

Sosialisasi dimulai dengan perkenalan mahasiswa kemudian dilanjutkan dengan pembagian leaflet untuk membantu pemahaman materi, penyampaian materi, kemudian diakhiri dengan tanya jawab dengan peserta untuk mengetahui apakah materi dapat dimengerti. Peserta yang dapat menjawab pertanyaan dan/atau memberikan feedback diberikan hadiah kecil berupa sabun dan keperluan rumah tangga lainnya. Peserta sangat antusias terhadap sosialisasi/kegiatan ini di mana banyak peserta yang mengajukan pertanyaan lebih lanjut terkait topik. Selain melakukan sosialisasi, mahasiswa juga meminta tolong kepada kader Posyandu untuk membagikan informasi terkait kepada masyarakat sekitar yang belum dapat hadir dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang untuk melakukan pencegahan stunting, imunisasi, dan menjaga sanitasi lingkungan di Indonesia khususnya masyarakat Kelurahan Jatikarya, Bekasi.

Penulis: Farah Salsabilla Permana, KKN Mandiri Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi
Dosen Pembimbing: Dr. Aminah S.H, M.Si
Sumber: World Health Organization (WHO), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dan https://stunting.go.id/