Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menyimpan Dana Darurat! Mahasiswa UNDIP Sosialisasikan Kepada Masyarakat Setempat Pentingnya Dana Darurat dalam Pengelolaan Keuangan di Nagari Kamang Mudiak, Agam

Whats-App-Image-2022-08-12-at-12-30-53

Kamang Mudiak, (12/8) – Universitas Diponegoro secara resmi menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan KKN pada tanggal 5 Juli 2022. KKN Tim II Undip Periode 2022 ini terdiri atas KKN Kelompok dan KKN Individu dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Nadya Zay, Mahasiswa Program Studi Ekonomi yang merupakan Kelompok TIM II UNDIP 2021/2022 yang melaksanakan KKN di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. KKN kali ini mengusung 2 program yaitu program multidisiplin yang dilakukan secara berkelompok dan program monodisiplin dilakukan secara pribadi yang mengangkat tema mengenai Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Sesuai dengan konsentrasi ilmunya, saya membantu masyarakat yang berada di sekitaran kawasan nagari Kamang Mudiak dengan salah satu program monodisiplin, yakni penyuluhan Dana Darurat dalam Pengelolaan Keuangan. Salah satu latar belakang pengusulan program ini adalah untuk memberikan edukasi secara ringkas namun informatif lewat leaflet sebagai media edukasi untuk memperkuat pengetahuan masyarakat setempat mengenai pentingnya dana darurat dalam kehidupan.
Dana darurat (Emergency Fund) adalah suatu istilah yang ditujukan untuk sejumlah uang yang sengaja dicadangkan oleh pemiliknya. Sering disalah-artikan sebagai tabungan, dana darurat sebenarnya tidak diperuntukkan untuk tujuan keuangan tertentu. Dana darurat diperlukan untuk keperluan yang sifatnya mendadak dan mendesak. Dana darurat dapat dijadikan sebagai strategi utama dan terbaik dalam masyarakat untuk merencanakan struktur keuangan untuk hal yang tidak terduga.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-06-30-08

Melalui berbagai literatur dan ilmu yang telah didapatkan selama proses perkuliahan maupun di luar perkuliahan, saya membuat bagaimana tips menabung dana darurat yang baik dan tepat. Pertama, mulai secara perlahan. Persiapan dana darurat sifatnya adalah jangka Panjang dan bukan suatu yang instan, maka kuncinya adalah kita harus konsisten sehingga membuat lebih termotivasi dalam menyimpan dana darurat. Kedua, Jangan suka menunda – nunda. Lebih cepat dalam mengumpulkan dana darurat justru lebih baik, karena tidak ada yang bisa memprediksi apa yang terjadi di masa depan. Mulailah dari sekarang, dan rasakan manfaat menabung dana darurat di kemudian hari. Ketiga, Dapat membuat rekening khusus untuk tabungan dana darurat. Tujuannya adalah agar lebih teratur pembagiannya sehingga menabung dana darurat tidak teralihkan untuk membiayai pengeluaran lainnya.

3

Disamping itu banyak masyarakat yang beranggapan bahwa dana darurat sama dengan investasi. Padahal, kenyataannya sangat jauh berbeda dimana dana darurat umun=mnya berbentuk tabungan jangka pendek yang bersifat fleksibel, dan mudah dicairkan sewaktu – waktu dibutuhkan dan disiapkan khusus untuk tujuan tertentu sehingga tidak bisa digunakan untuk kepentingan selain Ketika menghadapi kondisi darurat sedangkan investasi biasnya memiliki tujuan yang lebih spesifik serta penggunaan dananya juga bisa diukur seperti 6 bulan, 12 bulan ataupun tahunan.
Pandemi Covid-19 sebelumnya sudah cukup memukul masyarakat dengan dampak yang begitu signifikan bukan hanya perkara kesehatan namun juga secara keuangan. Oleh karena itu, penyimpanan dana darurat yang baik dan matang sudah tentu menjadi salah satu solusi terbaik dalam menghadapi kondisi kehidupan yang tidak terduga kedepannya. Pengelolaan keuangan yang baik dan matang dapat menjadi senjata terampuh dalam mengantisipasi berbagai kondisi yang tidak terduga untuk mencapai kondisi keuangan yang inklusif dan berlanjutan. Dengan adanya program ini, masyarakat sekitar Nagari Kamang Mudiak diharapkan lebih sadar akan pentingnya dana darurat agar dapat terhindar dari hutang ataupun lintenir. Selain itu manfaat yang dapat dirasakan adalah tingginya kesejahteraan kehidupan keluarga di Nagari Kamang Mudiak.
Penulis: Nadya Zay (Ekonomi-Fakultas Ekonomika dan Bisnis)