Kebiasaan Kecil Membawa Dampak Besar, Mahasiswa KKN Undip Bantu Wujudkan Lingkungan ENASE di UMKM Mlatiharjo dengan Penerapan 5R!

IMG20220722105409-1

Mlatiharjo, Semarang (22/07/22) – Dalam upaya membantu meningkatkan produktivitas dan penjagaan kebersihan UMKM di Kelurahan Mlatiharjo RW 02 Kecamatan Semarang Timur, perlu dilakukan adanya sebuah pengenalan dan pembimbingan budaya kerja 5R. Pengenalan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing, target zero defect, breakdown, dan zero accident.

Budaya kerja yang terkenal dan sudah banyak diterapkan di perusahaan besar dikenal dengan 5S atau 5R yaitu Ringkas (Seiri), Rapi (Seiton), Resik (Seiso), Rawat (Seiketsu), dan Rajin (Shitsuke). Pada dasarnya, gerakan 5R ini merupakan budaya untuk mengadakan pemilahan barang di tempat kerja, mengadakan penataan, pembersihan, pemeliharaan kondisi yang mantap dan pemeliharaan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Dengan adanya pengenalan budaya 5R ini diharapkan pada pelaku UMKM dapat lebih produktif dan terjaga kebersihan pada area kerjanya.

Dalam kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 ini, Deyana Hasnah Afifah mahasiswi Universitas Diponegoro melakukan edukasi 5R untuk 8 UMKM yang ada di sekitar RW 02 Kelurahan Mlatiharjo, Semarang Timur. Pelaku UMKM mengaku di sekitar area kerjanya dipenuhi dengan komponen dan peralatan kerja dari berbagai item yang berserakan, ketersediaan barang yang berlebihan, peralatan produksi yang kurang terawat, serta sulitnya menemukan peralatan. Mengingat kembali bahwa beberapa UMKM di Mlatiharjo memproduksi berbagai produk makanan untuk dikonsumsi, sehingga kerapihan dan kebersihan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan dalam penjagaan dan pengelolaan lingkungan kerja.

IMG-20220722-103018

Edukasi menganai 5R dilakukan secara langsung di rumah UMKM Lucida Catering pada 22 Juli 2022. Materi mengenai 5R dirangkum dalam bentuk modul/buku saku sebagai panduan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan prinsip 5R. Selain modul, UMKM juga mendapatkan leaflet dan poster agar informasi lebih informatif dan menarik untuk dibaca. Dari edukasi yang telah dilakukan, pelaku UMKM sangat antusias untuk menyimak penjelasannya karena mereka belum pernah mendapatkan edukasi mengenai budaya kerja 5R. Sebab UMKM lebih sering mendapatkan edukasi mengenai pentingnya izin usaha yang harus dimiliki dan bagaimana melakukan pemasaran menggunakan digital. “Oh, Saya sudah pernah menerapkan hal ini mbak di pabrik tempat saya kerja dulu, ternyata bisa juga diterapkan di lingkungan UMKM juga ya” Ujar Ibu Misri selaku pemilik UMKM Lucida Catering. Setelah dilakukan penyampaian materi 5R, audience mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat mudah untuk dipahami dan diimplementasikan. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa 5R ini senderi membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari seluruh pelaku UMKM dalam penerapannya.

poster-5-R

Penulis : Deyana Hasnah Afifah (Teknik Industri/Fakultas Teknik)
Dosen Pendamping Lapangan : Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.
Lokasi : Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang