DALAM RANGKA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG BERSIH DAN SEHAT, MAHASISWI KKN UNDIP LAKUKAN UPAYA PENINGKATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

Berdasarkan survey yang telah dikakukan, ditemukan beberapa beberapa titik di kelurahan wonotingal yang terdapat timbunan sampah yang dibiarkan begitu saja, hal tersebut menunjukan masih belum terkoordinasi dengan baik pengelolaan sampahnya yakni karena belum adanya pemilahan sampah yang baik pada saat pembuangan sehingga dijadikan di dalam satu tempat dan hal ini membuat sulit dalam melakukan pengelolaan lebih lanjut. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke TPA sampah. Padahal, timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi TPA sampah berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Pemahaman mengenai pengelolaan sampah dengan paradigma baru dilakukan melalui edukasi terkait dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah.

Selanjutnya regulasi mengenai sampah itu sendiri di Indonesia telah diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa setiap orang berkewajiban untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah sebagaimana dimuat dalam pasal 10 ayat 2. Kemudian mengenai kegiatan yang dapat dilakukan sebagai upaya pengurangan sampah seperti pembatasan timbulan sampah, daur ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Hal ini relevan dengan prinsip pengelolaan sampah yang sering kita dengan yaitu 3R Reduce Reuse Recycle. Dalam hal penanganan sampah, kegiatan yang dapat dilakukan meliputi : pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah, dan pemrosesan akhir sampah. Berkaitan dengan peraturan mengenai pengelolaan sampah, di kota semarang sendiri sudah memiliki perda yang mengatur mengenai hal tersebut yaitu Perda No.6 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. Di dalamnya juga disebutkan bahwa setiap orang berkewajiban untuk mengurangi dan menangani sampah rumah tangga mereka dengan cara yang berwawasan lingkungan. Kemudian menindaklanjuti perda tersebut dikeluarkanlah peraturan turunan yang mengatur mengenai pelaksanaan perda tersebut yaitu Peraturan walikota semarang No.57 tahun 2015 yang di dalamnya dimuat pelaksanaan pengurangan dan penanganan sampah.

Melalui upaya mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat dengan melakukan pola pengelolaan sampah yang inovatif dan berwawasan lingkungan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Ratna Wahyu Widiastuti di bawah arahan dari dosen pembimbing Farid Agushybana, SKM, DEA, Ph.D., melakukan rangkaian kegiatan kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

IMG-1697

Pelaksanaan rangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya peningkatan kesadaran hukum tersebut meliputi sosialisasi mengenai pengelolaan sampah makanan (food waste) menjadi pupuk organik menggunakan compost bin yang dilakukan pada hari sabtu, 30 Agustus 2022 di Balai Kantor Kelurahan Wonotingal dan dihadiri perwakilan ibu-ibu PKK di setiap RW di Kelurahan Wonotingal. Kemudian penyebaran pamflet yang berisikan materi berupa panduan pengelolaan sampah mulai dari landasan hukum, cara memilah berdasarkan jenis-jenis sampah, pengelolaan samph sesuai dengan jenisnya, cara pengelolaan sampah dengan cara zero waste, serta informasi mengenai bank sampah kepada masyarakat yang tinggal di kelurahan wonotingal. Selanjutnya dilakukan pemasangan poster memgenai informasi dan himbauan menabung di bank sampah di wilayah kelurahan wonotingal. Dan yang terakhir dilakukan pemasangan reklame larangan membuang sampah sembarang beserta sanksinya dengan harapan hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dilakukan mendapatkan antusiasme dari masyarakat sekitar sehingga keberjalanan program dapat berlangsung dengan baik.

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan edukasi ini, Masyarakat Kelurahan Wonotingal dapat memiliki pemahaman dan sudut pandang yang baru mengenai cara-cara dalam pengelolaan sampah.