Tingkat Pemakaian Narkoba Semakin Tinggi, Hati-hati Terancam Pidana!

Whats-App-Image-2022-07-29-at-5-41-02-PM

Pudakpayung, Semarang (30/07)- Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam “Indonesia Drugs Report 2022” mencatat telah terjadi peningkatan atau prevalensi penyalahgunaan narkotika oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2019 dan 2021. Hal tersebut ditunjukkan dengan data masyarakat pada tahun 2019 berjumlah 4,5 juta penduduk pernah pakai sedangkan 3,4 juta penduduk setahun pakai meningkat menjadi 4,8 juta pernah pakai dan 3,6 juta setahun pakai pada tahun 2021. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba oleh penduduk Indonesia meningkat dari 1,80% pada tahun 2019 menjadi 1,95% pada tahun 2021. Berdasarkan survei nasional penyalahgunaan narkoba tahun 2021, lima jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi antara lain ganja; sabu, ekstaksi dan amphetamine; nipam, pil koplo dan sejenisnya; dextro serta tembakau gorila. Mayoritas jenis narkoba yang pertama kali dikonsumsi antara lain ganja (59,1%), sabu (23,8%) dan dextro (4,3%). Rata-rata umur pertama kali menggunakan narkoba di wilayah pedesaan adalah 19 tahun sedangkan di wilayah perkotaan berusia 20 tahun.

Peningkatan angka penggunaan narkoba merupakan sebuah fenomena yang perlu disoroti dan segera mendapatkan tindakan yang tegas dalam hal mengatasi dan mencegah penggunaan narkoba. Pemerintah dalam telah mengatur ketentuan dan ancaman pidana bagi para pengguna narkoba. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

sosialisasi-narkoba-steven

Melalui program KKN Tim II tahun 2021/2022, Mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan sosialisasi terkait ancaman pidana penggunaan narkotika. Tujuan dilakukannya sosialisasi ini agar masyarakat dapat menyadari bahayanya penggunaan narkoba yang melawan hukum dan memberikan pemahaman mengenai ancaman pidana bagi pemakai, maupun pengedar narkoba. Kegiatas sosialisasi ini dilaksanakan di RW 04, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Selain melakukan kegiatan sosialisasi secara langsung kepada warga, penyebaran informasi yang dilakukan juga meliputi penempelan poster ke sejumlah titik di RW 04 agar nantinya informasi ini dapat diakses oleh masyarakat luas.

Penulis : Steven Wira Chandra
DPL : Retna Hanani, S.Sos., MPP