#SiapUntukSelamat! Tumbuhkan Kesiapsiagaan Sedini Mungkin, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa SD Melakukan Simulasi Bencana

Whats-App-Image-2022-08-12-at-3-53-29-AM

Plamongansari, Semarang (05/08/2022) – Sebagai upaya untuk menumbuhkan kesiapsiagaan anak menghadapi bencana alam dan mewujudkan SDGs poin 11, yaitu kota dan pemukiman yang berkelanjutan, mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2021/2022 menyelenggarakan program sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana. Program ini diselenggarakan untuk para siswa kelas 6 di SDN Plamongansari 01, Kota Semarang, pada hari Jumat, 5 Agustus 2022. Selain itu, mahasiswa berikan denah evakuasi dan pembaruan jalur evakuasi dan titik kumpul evakuasi di sekolah tersebut.

Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana alam yang sangat tinggi karena kondisi geologinya, sehingga bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja. Kurangnya kesadaran akan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi salah satu faktor banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Keselamatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab bersama. Pentingnya menanamkan kesadaran pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana menjadikan masyarakat lebih siap dan tidak khawatir akan adanya ancaman bencana yang bisa datang kapan saja dan tidak terpaut oleh usia. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukannya sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana kepada siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Sosialisasi dilakukan oleh Tania Chriselda Ganet, selaku Mahasiswa KKN Tim II Undip tahun 2021/2022 dari Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik. Para siswa sangat antusias dan aktif dalam program ini. Para siswa ini mengikuti simulasi gempa bumi dengan baik. Mereka melakukan simulasi seperti yang telah dijelaskan, yaitu tetap tenang, keluar mengikuti jalur evakuasi, dan berkumpul di titik kumpul yang baru.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-3-55-50-AM
Gambar 1. Antusiasme Para Siswa Mengikuti Sosialisasi

Selain sosialisasi, mahasiswa juga membuat denah evakuasi dan memperbarui jalur evakuasi serta titik kumpul pada sekolah ini. Dengan adanya denah evakuasi, diharapkan tumbuh kesadaran para siswa untuk memperhatikan tanda keselamatan setiap mereka berada di tempat baru dan diharapkan juga denah tersebut dapat membantu tamu untuk mengetahui jalur keselamatan. Denah yang dibuat juga mencakup nomor telepon darurat dan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran dan gempa bumi. Pembaruan jalur evakuasi dilakukan untuk memperjelas jalur yang harus dilalui ketika evakuasi, sedangkan pembaruan titik kumpul bertujuan untuk menetapkan titik kumpul yang sesuai dengan standard keselamatan.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-4-04-52-AM
Gambar 2. Pembaruan Tanda Keselamatan dan Pemasangan Denah Evakuasi

Pemberdayaan anak usia sejak dini untuk memahami mitigasi bencana merupakan langkah awal dalam membangun masyarakat sadar bencana. Harapannya, pengetahuan yang didapat dari dapat ditularkan pada lingkungan sekitar dalam rangka mengurangi risiko bencana Hal ini juga dapat memberikan kecakapan dan keterampilan bagi anak untuk kelangsungan hidup mereka ketika sudah terjun di masyarakat.

Penulis: Tania Chriselda Ganet/Teknik Geologi/FT
DPL : Dr. Rr. Karlina Aprilia Kusumadewi, S.E., M.Sc., Akt.
Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang
KKN Universitas Diponegoro Tim II 2021/2022