Waspada Makanan Beracun ! Mahasiswa KKN Tim II Undip Melakukan Pemberdayaan Pembuatan Brownis Beras Hitam Menggunakan Bahan yang Sesual dengan Standart Keamanan Produk Pangan

IMG-0700

(Pemberdayaan mengenai Standart Keamanan Produk Pangan)

Desa Ketanggi, Kabupaten Semarang (29/7/2022) – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan semakin hari semakin maju. Hal tersebut menjadikan terbukanya dunia perdagangan baik domestik maupun antarnegara yang akan membawa dampak pada semakin beragamnya jenis pangan yang beredar dalam masyarakat baik yang diproduksi di dalam negeri maupun yang berasal dari impor. Keamanan Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, dan perairan, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

Whats-App-Image-2022-08-09-at-11-32-18-2

(Pemberdayaan mengenai Standart Keamanan Produk Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM)

Pada saat ini, masih terdapat beberapa pelaku usaha yang masih menggunakan produk pangan yang belum sesuai dengan standart keamanan yang ada. Masih ditemukan beberapa pelaku usaha yang menjual produk pangan yang menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks atau pewarna buatan. Penggunaan bahan aditif pada makanan akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan seseorang. Kemudian, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 yang mengatur mengenai standart keamanan pangan.

Screenshot-121

(Leafleat untuk dibagikan kepada pelaku usaha UMKM dan ibu-ibu PKK Dusun Ketanggi)

Dengan adanya hal tersebut, Salma Nur Kusumaningtyas, Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2021/2022 melakukan pemberdayaan mengenai Standart Keamanan Produk Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM di Dusun Krajan, Dusun Jetis, Dusun Ngemplak serta kepada ibu-ibu PKK Desa Ketanggi. Kegiatan ini dilaksanakan secara door to door kepada pelaku usaha UMKM dan di Balai Desa Ketanggi dengan ibu-ibu PKK. Media yang digunakan yaitu PPT dan Leafleat. Di dalam Leaflet tersebut berisi informasi mengenai Pengertian keamanan pangan, kunci keamanan pangan, jenis bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan pada produk pangan, dan peraturan hukum penggunaan bahan berbahaya.

IMG-0701

(Pemberdayaan pembuatan brownis beras hitam dengan menggunakan bahan yang sesuai dengan standart keamanan produk pangan)

Penerapan penggunaan bahan aman yang sesuai dengan standart keamanan pangan dilakukan dengan pelatihan pembuatan brownis beras hitam yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK Dusun Krajan. Dipilihnya pembuatan brownis beras hitam karena beras hitam merupakan salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Ketanggi. Sesuai dengan Leaflet yang dibagikan, pembuatan brownis beras hitam tidak menggunakan pengawet, pewarna ataupun bahan tambahan berbahaya lainnya.

Harapanya, setelah diadakan pemberdayaan mengenai standart keamanan produk pangan bagi pelaku usaha UMKM maupun bu-ibu PKK dapat menambah informasi, lebih peduli mengenai penggunaan bahan pangan dan lebih memahami terkait pentingnya penerapan standart keamanan produk pangan demi menjaga kesehatan bersama agar terhindar dari jerat hukum yang berlaku.

Kreator : Salma Nur Kusumaningtyas (Fakultas Hukum/Undip)
DPL : Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D.
#KKNTimIIperiode2022
#p2kknundip
#lppmundip
#undip