STOP! Jangan Lagi Membakar Sampah, Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Melakukan Sosialisasi Bahaya Membakar Sampah dan Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Dapur

Tegalrejo, Kota Salatiga (13/08/2022) – Manusia merupakan penghasil sampah utama, yang bisa berasal dari aktivitas setiap harinya. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkannya. Timbulan sampah jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai macam dampak negatif bagi kesehatan maupun bagi estetika lingkungan. Sehingga diperlukan pengelolaan persampahan yang dapat dilakukan mulai dari skala terkecil.

Budaya membakar sampah yang marak terjadi di daerah-daerah padat penduduk dianggap sebagai solusi atas menumpuknya sampah yang tidak terkelola. Kenyataannya praktik membakar sampah memberikan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan. Asap hasil pembakaran sampah mengandung sejumlah bahan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP melakukan sosialisasi kepada warga RT 01 RW 07 Kelurahan Tegalrejo terkait bahaya membakar sampah dan juga edukasi pengelolaan sampah berupa pembuatan pupuk cair berbahan sampah dapur. Metode ini dipilih karena relative mudah pembuatannya dan sampah dapur merupakan sampah yang diproduksi setiap hari sehingga memerlukan pengelolaan khusus agar tidak menumpuk.

IMG20220711170555

Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Juli 2022 dengan dihadiri ibu-ibu PKK RT 01 RW 07. Pembuatan pupuk cair ini dimulai dengan menyiapkan toples, sampah dapur seperti kulit buah dan sayur, cairan EM-4, larutan gula, dan air bersih. Masukan sampah dapur yang telah dipotong kecil kedalam toples tuangkan larutan gula dan air, selanjutnya masukan cairan EM-4. Untuk 100gr sampah digunakan 1 liter air dan 1 tutup botol caran EM-4. Jika semua bahan sudah tercampur tutup rapat toples dan buka tutup toples setiap 1 hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Setelah 14 hari pupuk cair siap digunakan.

Dengan cari ini diharapkan dapat mengurangi sampah organik yang berasal dari dapur yang harus diolah di TPA dan masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran sampah.

Penulis : Hafizh Dewa Syahputra
Dosen Pembimbing : Naintina Lisnawati. S.KM.,M.Gizi.