Sekarang Bu Guru Juga Bisa FUN TEACHING dalam mengajar Kosakata

Selasa, 26 Juli 2022
Reporter : Ahmad Azril Fadhilah, Tim Kec. Kaliwungu, Desa Mijen

SD 2 Mijen merupakan SD yang terletak di Mijen, kecamatan Kaliwungu, Kudus. SD ini tampak asri serta penuh tawa anak-anak. Namun menilik lagi pada jadwal pelajaran serta arsip tenaga kerja, ada satu hal yang cukup dimiriskan. SD ini hanya memiliki satu guru Bahasa Inggris, Bu Dwi namanya, yang mana ia harus mengajar di dua tempat sekaligus. Hal ini berdampak pada jam pelajaran serta jadwal mengajar Bahasa Inggris menjadi kurang. Satu setengah jam, sekali dalam seminggu. Sementara itu Bahasa Inggris menjadi bahasa yang semakin dominan menggempur kita melalui globalisasi. Kurangnya efektivitas pembelajaran yang kurang ini membuat saya menginisiasi sebuah program untuk memberi penyuluhan kepada Bu Dwi agar beliau bisa meningkatkan efektivitas dalam mengajarkan bahasa inggris terlepas dari jumlah waktu yang sedikit.

M2-1

Program yang diberikan adalah Penyuluhan cara efektif mengajar kosakata pada siswa-siswi. Fun Learning istilahnya. Program ini memberi paparan empat rangka dalam mengajari kosakata, yakni belajar dari film, belajar dari gambar, belajar dari game dan mindset untuk jangan takut salah. Kenapa kosakata, dasar memahami Bahasa Inggris dimulai dari pemahaman apa yang sebenarnya diterima, dalam artian ini, ‘sebuah kata’. Dengan mengetahui dasar kalimat, yakni arti kata, rantai pemahaman dapat tersusun secara perlahan, sehingga dapat disimpulkan senjata pertama dalam menaklukan bahasa inggris adalah mengetahui kosakata yang ada.

M2-2

Empat cara efektif ini dipaparkan di sesi mapel dimana Bu Dwi memonitor saya untuk mengambil inspirasi dan tatacara yang dapat diimplementasikan secara rutin bahkan setelah KKN Selesai. Sesi dimulai dengan game dan implementasi 4 ide tersebut, yakni game dengan gambar, game dengan motion, game dengan tebak kata serta tantangan untuk berani maju tanpa takut salah. Di akhir sesi, anak-anak terbukti sangat kompetitif dan antusias dimana mereka dapat mengingat empat metode tersebut.

M2-3

Proses terakhir dari program ini adalah target utama, yakni Bu Dwi. Pemonitoran Bu Dwi dilakukan beberapa hari untuk melihat perkembangan. Terbukti jika Bu Dwi memberikan rutinitas mengajar bahasa inggris melalui kosakata ringan selama lima menit yang berhubungan dengan kurikulum per kelas. Hal ini diharapkan meneruskan eksposur dari program sebelumnya untuk menempa dasar Inggris pada anak-anak agar mereka bisa bertahan di masa depan.