Ajaib!! Ubah Sampah Jadi Cairan Segudang Manfaat

sulit diselesaikan. Hal ini dikarenakan ketidakseimbangan antara sampah yang dihasilkan dan sampah yang dikelola. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menyebutkan timbulan sampah di Kota Semarang mencapai angka 430.749,75 ton dimana 60,79% dari angka tersebut adalah sampah organik. Oleh karena itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah berupa pengurangan dan pengolahan sampah skala rumah tangga untuk mencegah melonjaknya angka timbulan sampah.

Berdasarkan masalah tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tahun 2021/2022, Naila (21) melaksanakan kegiatan pengenalan pengelolaan sampah skala rumah tangga dengan metode eco-enzym kepada masyarakat di Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kegiatan ini dilakasanakan pada Sabtu, (30/07/2022) dengan target peserta ibu-ibu perwakilan dari 13 RW yang ada di Kelurahan Karangroto. Eco-enzym sendiri merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi yang terbuat dari sampah organik berupa sisa sayuran dan buah, gula pasir atau gula jawa, serta air dengan takaran 3 : 1 : 10. Eco-enzym berfungsi sebagai pupuk alami, pertisida alami, penjernih air, serta cairan pembersih rumah hingga untuk menurunkan asap dalam ruangan.

IMG-3052
IMG-3053

Mahasiswa KKN Undip mengenalkan eco-enzym dengan penjelasan melalui power point dan demonstrasi cara pembuatan eco-enzym secara langsung. Antusiasme peserta terbukti dengan mendengarkan materi secara seksama dan aktif memberikan tanggapan ketika penjelasan telah selesai.
Besar harapan, melalui program ini masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dan terdorong untuk melakukan upaya pengelolaan sampah skala rumah tangga. Selain menyelamatkan lingkungan, produk yang dihasilkan juga dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Penulis : Nailamuna Atalina Sholeh (Teknik Lingkungan – Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)
Dosen Pembimbing Lapangan : dr. Akhmad Ismail, M. Si. Med