MENGENAL DESA PAIT BERSAMA ANGGOTA TIM DESA PAIT

Rabu, 03 Januari 2018 tim I KKN Undip 2018 mengikuti upacara pelepasan dan peresmian kegiatan KKN di lapangan Widya Puraya Universitas Diponegoro. Upacara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. Setelah mengikuti upacara pelepasan, terhitung mulai hari rabu 03 januari 2018 tim 1 KKN Undip mahasiswa resmi diberangkatkan menuju tempat lokasi masing-masing. Sebelum tiba di kecamatan masing-masing tim terlebih dahulu mengikuti upacara penerimaan di kantor Bupati Pekalongan. Tim Desa Pait yang terdirii dari 7 orang baru tiba di desa Pait pada sore harinya pukul 16.00 dan langsung menuju ke posko KKN yang ditempatkan di rumah kepala Desa Pait yaitu bapak Japar. Kegiatan pertama yang dilakukan setelah tiba di Desa pait yaitu pada malam harinya mengikuti tahlilan di salah satu warga desa pait, sekaligus berkenalan ke masyakat sekitar posko KKN.

Keesokan harinya kamis 04 januari 2017 tim mahasiswa Desa Pait Kecamatan Siwalan memulai kegiatan KKN ini dengan melakukan kunjungan ke kantor Desa Pait bersama kepala desa Bapak Japar untuk memperkenalkan diri dengan perangkat desa, sekaligus melaporkan bahwa akan tinggal di Desa Pait selama 42 hari. Kehadiran mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh perangkat desa pait dan kepala dusun yang hadir. Desa Pait ini merupakan salah satu desa dari 13 desa yang ada di Kecamatan Siwalan yang letaknya berada dipinggir jalan pantura. Setelah memperkenalkan diri kepada perangkat Desa Pait, mahasiswa kemudian melakukan kunjungan ke 5 dusun yang ada di desa pait dengan didampingi oleh kepala dusun masing-maisng. Dusun yang ada di desa pait ini antara lain Dusun Pait sebagai pusat desa, Dusun Babatan 1, Babatan 2. Dusun Tausit, dan Dusun Grabyak. Saat melakukan kunjungan ke maisng-masing dusun mahasiwa melakukan pengamatan dan identifikasi masalah yang ada berdasarkan wawancara dengan kepala dusun dan warga sekitar yang ditemui. Diketahui bahwa mayoritas penduduk usia produktif desa pait lebih banyak memlih untuk merantau ke Jakarta, sementara penduduk yang masih menetap mayoritas berprofesi sebagai petani.

Pada saat mahasiswa berkunjung ke Dusun Pait, mahasiswa diperkenalkan oleh kepala dusun pait kepada beberapa ketua RW dan RT yang ada. Selain itu, mahasiwa juga mengunjungi usaha wayang kulit warga yang juga menjabat sebagai ketua RW Bapak Ki Gondo Margono. Usaha pembuatan wayang kulit tersebut telah berdiri dari tahun 1959 dan sudah sangat dikenal oleh masyarakat diluar pekalongan bahkan hingga mendapat pesanan wayang yang berasal dari Korea. Kunjungan yang telah dilakukan mahasiswa tersebut banyak memberikan informasi bagi mahasiswa terutama yang berkaitan dengan program KKN.