Cegah Penyakit Tidak Menular, Mahasiswa KKN Undip Bersama Puskesmas Bojong Lakukan Penyuluhan dan Deteksi Dini di Desa Buniwah

Buniwah (14/8). Beberapa tahun terakhir, focus masyarakat teralihkan pada pandemic COVID-19 yang mengglobal dan menyebabkan banyak kematian. Meskipun begitu, terdapat penyakit tidak menular (PTM) yang juga perlu mendapatkan perhatian. Hal ini dikarenakan jumlah kasusnya yang tinggi hingga menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia yang lain. Akan tetapi, perkembangannya berjalan perlahan dalam waktu yang panjang (kronis). Kesadaran masyarakat untuk deteksi dini rendah sehingga seringkali datang ke fasilitas kesehatan saat kondisinya sudah semakin parah. Hal inilah yang menjadi dasar diadakannya penyuluhan sekaligus pemeriksaan dini penyakit tidak menular oleh Mahasiswa KKN di Desa Buniwah.
Program penyuluhan penyakit tidak menular telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2022. Program ini dibuka untuk masyarakat umum terutama disasarkan kepada lansia. Bertempat di Balai Desa Buniwah, masyarakat yang datang langsung mendapat pelayanan pengukuran tinggi badan dan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan lingkar perut. Pada kesempatan ini, mahasiswa KKN tidak sendiri, tetapi dibantu oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Bojong. Pemberian obat apabila didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah tinggi. Setelah itu, masyarakat diarahkan untuk mengikuti penyuluhan. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular sehingga masyarakat dapat mawas diri dan mengaplikasikan tindakan pencegahan. Konten yang disampaikan saat penyuluhan antara lain definisi penyakit tidak menular, jenis-jenis PTM, proses pembentukan penyakit (pathogenesis), dan tindakan pengobatan dan pencegahan.
Secara umum, jumlah masyarakat yang hadir pemeriksaan dan penyuluhan masih di bawah target. Peserta yang hadir pemeriksaan sebanyak lima belas orang. Sementara yang mengikuti kegiatan penyuluhan sebanyak dua puluh orang. Hal ini dikarenakan berbagai macam kesibukan masyarakat dan kurangnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit. Meskipun begitu, masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir. Presentasi telah dibuat sedemikian rupa dengan media presentasi yang dibuat menarik, diselipkan dengan gambar sehingga membantu pemahaman peserta yang hadir, dan penjelasan yang dibuat sesederhana mungkin. Harapannya, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit tidak menular dan pemahaman bahwa penyakit tidak menular dapat dicegah dan kunci pencegahan penyakit tidak menular ada pada perilaku hidup sehat yang harus kita terapkan secara konsisten setiap harinya.