Awas! Asal Sebar Kabar Burung Bisa Bikin Kita Dikurung!

Semarang (10/8/2022) – Masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahan dan keterbukaannya terhadap sesama. Ini tentu merupakan hal yang baik, apabila koridornya jelas. Namun sayang, derasnya arus keterbukaan informasi di era digital ternyata bagai pedang bermata dua: membuka cakrawala, namun juga rawan petaka.

Media sosial dan internet membawa kesempatan bagi kita untuk terkoneksi dan berbagi kabar pada sesama secara instan. Tetapi tak jarang, kabar yang kita terima belum tentu benar dan tidka bisa diverifikasi keasliannya. Jika asal sharing, bisa-bisa bikin pusing.

Melihat fenomena ini, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menggalakkan sosialisasi mengenai berita bohong (hoax) bertajuk #SaringSebelumSharing. Sosialisasi diwujudkan dengan pencetakan poster berisikan informasi mengenai cara mengenali berita bohong, situs dan akun yang dapat digunakan untuk mencari fakta terkait suatu kabar, serta ancaman hukuman bagi penyebar berita bohong. Poster ditempel di beberapa tempat di wilayah kelurahan, dan secara khusus juga dipasang X-Banner di depan kantor kelurahan sebagai titik terdekat interaksi masyarakat dengan lembaga pemerintahan.

XBanner
Pemasangan XBanner di depan pintu kantor Kelurahan Pedurungan Lor

Harapannya, masyarakat semakin teredukasi mengenai bahaya berita bohong dan cara mencegahnya, sehingga keresahan dalam masyarakat dapat semakin dihindari. Secara khusus juga, lembaga kelurahan bersama warga dapat menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perang terhadap kabar-kabar bohong yang tak dapat diverifikasi kebenarannya.

Pemasangan-PosterPemasangan Poster di papan baca di wilayah Kelurahan Pedurungan Lor

Penulis : Bernardinus Hendra Natadiria
Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Wiludjeng Roessali,M.Si
Lokasi : Keluruhan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.