Wujudkan Pertanian Organik di Kelurahan Bulustalan : Mahasiswa Tim II KKN Undip Periode 2022 Melakukan Sosialisasi Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) dari Limbah Sereh dan Air Cucian Beras

IMG-0869

Bulustalan, Semarang Selatan (26/07/2022) – Kelurahan Bulustalan memiliki komoditas pertanian unggul yaitu tanaman sereh. Sereh dipilih warga sebagai komoditas favorit untuk dibudidayakan karena mudah dalam hal penanaman dan perawatannya. Produksi tanaman sereh di Kelurahan Bulustalan juga tergolong tinggi. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua KWT Dewi Sri, Ibu Endang Suprapti Budiningsih bahwa produksi sereh di Kelurahan Bulustalan tergolong tinggi, sampai beberapa anggota KWT Dewi Sri memanfaatkan hasil panen sereh tersebut untuk ladang bisnisnya sebagai contoh pemasok sereh untuk warung mie ayam yang berada di sekitar wilayah Kelurahan Bulustalan. Namun, ada catatan kecil mengenai tanaman sereh di Kelurahan Bulustalan, yaitu belum maksimalnya pengelolaan limbah tanaman sereh tersebut. Tidak dapat dipungkiri dengan tingginya produksi tanaman sereh pastinya juga sejalan dengan meningkatnya limbah tanaman sereh. Limbah tanaman sereh dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) dan ampas dari sisa pembuatan POC bisa digunakan sebagai pupuk padat. Pengolahan limbah tanaman sereh menjadi pupuk organik cair (POC) akan memberikan banyak manfaat salah satunya yaitu masyarakat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sintesis demi menjaga kelestarian lingkungan Kelurahan Bulustalan dan pastinya berkontribusi langsung untuk mewujudkan Pertanian Organik.

Menanggapi kondisi tersebut Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Periode 2022, Diaz Fakhri Muhammad dari Program Studi S1- Agroekoteknologi yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Arief Zuliyan, S. IP., LL. M. melakukan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Tanaman Sereh dan Air Cucian Beras. Kegiatan sosialisasi ini telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 Juli 2022 bertempat di Pelataran Kuncoro Seafood, Jalan Bulustalan III B, RT 03 RW 03, Kelurahan Bulustalan dengan melibatkan ibu – ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) Dewi Sri sebagai pesertanya. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang berisikan penjelasan mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk serta langkah pembuatannya. Kegiatan sosialisasi tersebut juga didukung dengan adanya brosur yang memuat materi sosialisasi, sehingga dapat menjadi panduan bagi anggota KWT Dewi Sri dalam mempraktekkan pembuatan POC dari limbah sereh dan air cucian beras pasca sosialisasi.

Whats-App-Image-2022-08-14-at-12-28-38

Kegiatan selanjutnya adalah demonstrasi pembuatan POC dari limbah sereh dan air cucian beras, diawali dengan pengenalan alat dan bahan. Alat yang digunakan adalah ember bertutup dan batang pengaduk. Bahan yang digunakan adalah limbah tanaman sereh, air cucian beras, EM4 dan gula pasir. Selanjutnya, proses pembuatan pupuk meliputi mengisi ember atau wadah dengan air cucian beras, memotong kecil limbah tanaman sereh, memasukkan gula pasir, memasukkan EM4 kemudian mengaduknya sampai semuanya tercampur merata. Setelah itu, wadah atau ember ditutup dengan rapat dan simpan ditempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Pada hari kedua, buka penutup sebentar dan aduk agar gas-gas yang terbentuk dapat keluar, lalu tutup kembali dan lakukan hal yang sama hingga hari ke 6. Kemudian, Pupuk Organik Cair (POC) limbah tanaman sereh dan air cucian beras yang sudah selesai difermentasi selama 14 hari, sudah bisa digunakan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dimana Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Periode 2022 memberikan kesempatan kepada anggota KWT Dewi Sri untuk mengajukan pertanyaan. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama anggota KWT Dewi Sri.

Whats-App-Image-2022-08-14-at-12-28-37

Diharapkan dengan adanya program kerja yang dibawa oleh Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Periode 2022 mengenai Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Tanaman Sereh dan Air Cucian Beras dapat menambah pengetahuan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri Kelurahan Bulustalan dalam memanfaatkan limbah tanaman sereh dan air cucian beras dengan baik dan benar, serta mengedukasi KWT Dewi Sri sebagai salah satu pelopor Pertanian Organik.

Penulis : Diaz Fakhri Muhammad (Agroekoteknologi – Fakultas Peternakan dan Pertanian)
Dosen Pembimbing Lapang : Bapak Muhammad Arief Zuliyan, S. IP., LL. M.
Lokasi : Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.