Senada Ber-IRAMA, Mahasiswa KKN Tim II Undip Berikan Edukasi Pentingnya Berorganisasi dengan Karang Taruna

20220806-200854

Semarang (6/8/2022) – Sebagai bagian dari pelaksanaan Sustainable Development Goals atau SDGs bidang Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi mengenai pentingnya mengikuti organisasi karang taruna bertajuk Senada Ber-IRAMA. Kegiatan ini dihadiri oleh remaja anggota Karang Taruna IRAMA Lingkungan Namar RW 07, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (6/8) ini dihadiri oleh 23 anggota Karang Taruna IRAMA RW 07 di Balai RW 07, Desa Lemahireng. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para remaja IRAMA yang hadir dapat semakin mengenali pentingnya berorganisasi dan aktif dalam kegiatan masyarakat.

Perkembangan zaman membuat orang-orang semakin sibuk dengan dunianya sendiri dan cenderung mengabaikan orang lain termasuk orang-orang di sekitarnya. Bahkan menjadi hal yang cukup sering ditemui ketika ada yang tidak kenal dengan tetangganya sendiri. Sikap tersebut mendukung individualisme dan membuat interaksi antar masyarakat menjadi berkurang, padahal seharusnya rasa persatuan itu dimiliki oleh masyarakat sehingga lembaga organisasi masyarakat dapat berjalan dengan baik. Pandemi Covid-19 juga menyebabkan berkurangnya interaksi antar masyarakat dan hal ini mendukung individualisme menjadi lebih besar terutama karena kegiatan bersama menjadi sangat berkurang. Kegiatan bersama itulah yang sebenarnya mempererat persaudaraan atau solidaritas dalam masyarakat, termasuk remaja.

Desa Lemahireng, memiliki warga yang beragam pada berbagai kalangan usia termasuk remaja. Di Lingkungan Namar sendiri jumlah remaja ini cukup banyak dengan berbagai latar belakang seperti pelajar, mahasiswa, maupun karyawan sebuah perusahaan. Organisasi karang taruna yang ada di Lingkungan Namar RW 07 bernama IRAMA. IRAMA sebagaimana sebuah organisasi memiliki struktur dan anggota, hanya saja keaktifan anggota IRAMA dirasa kurang. Para remaja dinilai hanya berkumpul jika ada kepentingan tertentu, sedangkan untuk hal-hal rutin seperti yang umumnya ada pada sebuah organisasi para remaja kurang begitu berminat. Padahal nantinya para remaja inilah yang nantinya akan menjadi suksesor bagi organisasi serupa seperti di tingkat RW, Desa, mapun organisasi lain. Maka dari itu, perlu adanya pendorong yang mampu membuat para remaja lebih aktif dalam berorganisasi, terutama di IRAMA.

08-08-2022-14-45-35

Permasalahan tersebut mendorong salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Bernadus Advendo David Putranto, berinisiatif untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya berorganisasi. Bersamaan dengan rapat rutin bulanan yang dihadiri oleh remaja anggota IRAMA, edukasi mengenai pentingnya berorganisasi di lingkungan melalui karang taruna. Penjelasan mengenai pentingnya berorganisasi ini meliputi pengertian organisasi, pengertian karang taruna, dan tujuan, manfaat, serta peran karang taruna dalam masyarakat. Selain itu, ada pula penjelasan mengenai hambatan dalam berorganisasi serta pentingnya menjadi bagian dalam karang taruna.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota IRAMA. Menurut Ketua IRAMA Lingkungan Namar, Desa Lemahireng, Arif Fahrul, yang memberikan kesempatan untuk adanya edukasi, kegiatan ini cukup menjawab keresahan kurang aktifnya para remaja untuk berorganisasi. “Banyak sebenarnya orang muda di sini tapi gerakan buat ikut organisasi itu kurang, jadi semoga saja dengan hal seperti ini dapat meningkatkan partisipasi orang muda,” ucap Arif.