Partisipasi Mahasiswa KKN Undip Terkait IUMK dalam Legalitas Usaha Pelaku UMKM

IMG-1404-2

Mijen, Semarang (1/8/2022). Bertempat pada Kelurahan Wonolopo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro ditugaskan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam periode waktu 5 Juli 2022 sampai 18 Agustus 2022. Pengabdian lebih dikhususkan lagi yaitu pada RW 10 tepatnya di Kampung Jamu, Kampung Flora, dan Omah Ampiran. KKN dilaksanakan dengan tujuan pengaplikasian masing-masing bidang keilmuan mahasiswa dengan bergabung menjadi satu tim dan melatih kerja sama dengan perbedaan bidang keilmuan guna memberikan manfaat kepada daerah yang dituju.

Setelah melakukan observasi khususnya di Kampung Jamu dan Omah Ampiran, dapat diketahui bahwa banyak dari masyarakat sebagai pelaku usaha tidak mengurus Surat Izin Usaha. Maka dari itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan penyuluhan terkait prosedur pendaftaran Surat Izin Usaha bagi pelaku UMKM mengingat beberapa masyarakat disana merupakan pelaku usaha UMKM.

Setelah melakukan wawancara dengan Pak Sutiono selaku ketua RT 02 Kampung Jamu, seperti kebanyakan dari mereka, ia berpendapat perizinan biasanya hanya diperlukan oleh usaha yang sudah bergerak dalam skala besar saja. Selain itu, masih banyak juga yang berpikir bahwa mengurus izin usaha adalah hal yang rumit dan memakan banyak waktu serta memakan banyak dana sehingga laba yang dihasilkan pun tidak maksimal.

“Kalau penjual jamu disini sebagai pelaku usaha tidak tau terkait bagaimana mengurus surat izin usaha. Yang mereka tahu pun apabila didaftarkan akan menyulitkan mereka, apalagi biasanya jika berurusan dengan pemerintah itu memerlukan dana yang besar, wong usaha mereka hanya usaha rumahan biasa yang ndak perlu berurusan dengan pemerintahan” tutur Pak Sutiono. (12/7/2022).

Disini dapat diketahui bahwa kenyataannya, banyak pelaku usaha yang belum mengetahui tentang prosedur pengurusan surat izin usaha dan peruntukannya. Labeling terkait “sulitnya berurusan dengan pemerintahan” dalam masyarakat mengakibatkan masyarakat pun takut untuk berurusan dengan hukum. Hal ini perlu dilakukan penyuluhan terkait pentingnya masyarakat apalagi sebagai pelaku usaha untuk “berurusan” dengan hukum. Adanya legalitas usaha berarti adanya perlindungan bagi pelaku usaha dan usaha yang dijalani.

Legalitas Usaha dapat diterapkan yaitu dengan mengurus Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). IUMK merupakan tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha atau kegiatan tertentu dalam bentuk Izin Usaha Mikro dan Kecil yang terlampir dalam bentuk satu lembar. Adanya izin usaha seperti ini, dapat dikatakan bahwa suatu usaha sah secara hukum, dalam artian bahwa usaha itu mendapatkan legalitas usaha. Hal ini tentu membawa dampak yang baik terhadap perkembangan usaha tersebut.

Terkait UMKM itu sendiri diatur Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan Usaha Mikro dan Kecil dengan tujuan memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dalam mengembangkan usahanya. Pelaku usaha UMKM dapat mendaftarkan usahanya dengan mendaftarkan langsung secara offline ke kantor kecamatan atau bahkan sekarang dimudahkan dengan pendaftaran online melalui layanan OSS atau Online Single Submission berikut ini:
https://oss.go.id

Syarat-Membuat-IUMK-UMKM-Online-1-page-0001

Kegiatan tentang prosedur IUMK UMKM Mahasiswa KKN tim II Undip ini dimulai dengan memberikan sedikit penyuluhan menggunakan poster terkait dengan syarat-syarat pendaftaran dan prosedur IUMK. Setelah itu, dilakukan pendampingan terkait pendaftaran surat izin usaha kepada masyarakat kelurahan Wonolopo khususnya di Kampung Jamu dengan sistem door to door kepada beberapa masyarakat pelaku usaha UMKM penjual jamu. Hal ini guna dapat secara langsung mendampingi terkait prosedur pengurusan IUMK agar lebih jelas dan clear. Dengan tambahan pemberian poster terkait prosedur pendaftaran IUMK diharapkan mereka para pelaku UMKM dapat lebih mudah menjalani prosedur dan membagikan informasi tersebut ke pelaku usaha lainnya, dilanjutkan dengan penyuluhan dan pendampingan di Omah Ampiran kepada beberapa pelaku UMKM penjual makanan.

3a56da77-686c-484a-82b8-8a4a2fca29c4

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan terkait bagaimana prosedur dan syarat-syarat yang harus dipenuhi terkait pendaftaran IUMK. Hal ini diharapkan juga masyarakat pelaku usaha mendaftarkan usaha mereka sehingga terdapat legalitas usaha bagi pelaku usaha UMKM khususnya di kelurahan Wonolopo.

Oleh:
Reporter: Cindy Chintia
Editor: Yanuar Yoga Prasetyawan, S.Hum., M.Hum.