Musim Hujan Tiba! Mahasiswa KKN UNDIP Gunakan Tanaman INI Untuk Menekan Angka Penyebaran Penyakit DBD dan Malaria!

Semarang (13/08/2022). Salah satu mahasiswa Teknik Kimia KKN UNDIP saat ini sedang melakukan program bantu upaya pencegahan penyakit DBD dan malaria di Kelurahan Panggung Lor. Program ini salah satu cara untuk menerapkan SDGs tujuan 3 dalam menerapkan kehidupan yang sehat bagi masyarakat Kelurahan Panggung Lor.

Nyamuk dapat menjadi sesuatu yang sangat mengganggu ketika Anda ingin bersantai di rumah maupun tidur pada malam hari. Biasanya, nyamuk banyak dijumpai di kebun, taman dan beberapa lingkungan kotor di rumah Anda. Terutama saat musim hjan, genangan air akan menjadi tempat sasaran bagi mereka untuk berkembang biak.

Berdasarkan survey dan keterangan dari pak lurah pada awal Juli 2022 diketahui bahwa Kelurahan Panggung Lor memiliki masalah peningkatan populasi jentik nyamuk di setiap rumah warga dan saluran pembuangan. Hal ini berkorelasi terhadap peningkatan dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh nyamuk jika tidak segera di atasi. Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan warga terkait pencegahan dampak buruk yang disebabkan oleh nyamuk.

Foto-Reportase-Proker-Mono-2

Foto Sosialisasi Pembuatan Krim Anti Nyamuk kepada Warga Kelurahan Panggung Lor secara Door-to-Door

Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai anti nyamuk adalah sereh (Citronella). Minyak sereh merupakan insektisida alami yang murah dan efektif serta aman untuk digunakan. Minyak sereh dapat digunakan untuk mengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti metilheptenon, geraniol dan sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun untuk serangga.

Berikut cara membuat krim anti nyamuk dari batang sereh:

1. Siapkan alat dan bahan yang meliputi daun sereh sebanyak 5 helai dan daun pandan 2 helai yang telah dipotong menjadi bagian lebih kecil, biji klabet secukupnya (opsional), minyak zaitun secukupnya, dan air panas. Alat yang dibutuhkan adalah wadah penyimpan krim, baskom, blender, pisau dan talenan.

2. Langkah pertama, bersihkanlah bahan-bahan yang sudah disiapkan, untuk sereh Anda hanya perlu menggunakan batangnya. Batang sereh yang telah dipotong-potong tersebut siramlah dengan air panas sehingga aroma serai lebih keluar, selain itu juga agar serai lebih bersih dan steril.

3. Masukkan semua bahan yakni sereh, biji klabet dan minyak zaitun ke dalam blender. Haluskan perlahan kemudian sisihkan terlebih dahulu setelah bahan tersebut halus.

4. Langkah selanjutnya adalah proses mengambil aroma daun pandan. Siapkan potongan daun pandan dan campurkan dengan minyak zaitun kemudian masukkan dalam wadah. Diamkan selama kurang lebih 15 menit.

5. Setelah itu, ambil kembali sereh yang telah dihaluskan dan letakkan dalam wadah kemudian padatkan. Setelah 15 menit, campuran pandan dan minyak zaitun sudah dapat digunakan. Sekarang siramkan campuran tersebut pada sereh yang telah dipadatkan kemudian padatkan kembali.

6. Terakhir, simpan krim anti nyamuk dari sereh ke dalam freezer selama kurang lebih 2 jam. Setelah 2 jam, krim anti nyamuk tersebut siap digunakan. Jangan lupa tetap simpan lotion tersebut dalam lemari pendingin agar lebih tahan lama.

image-2

Produk Krim Anti Nyamuk Berbahan Dasar Sereh (Citronella)

Setelah membuat krim anti nyamuk dari sereh, mahasiswa tersebut membagikan krim anti nyamuk tersebut kepada warga dan melakukan sosialisasi pembuatan krim anti nyamuk dari sereh. Program ini diharapkan agar Kelurahan Panggung Lor dapat memperoleh informasi tentang cara mengurangi resiko terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti DBD dan malaria dengan bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, sosialisasi ini diperlukan agar kesadaran warga Kelurahan Panggung Lor akan bahaya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dapat meningkat dan warga dapat membuat krim anti nyamuk sendiri di rumah, sehingga dapat digunakan untuk menjaga diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan sekitar.

Penulis: Geraldo Bagus Hartanto, NIM 21030118130196, Mahasiswa S1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik.
Dosen Pembimbing Lapangan: drg. Isniya Nosartika, MDSc., SP. Perio.