Mengupas Dampak Stunting terhadap Mulut bersama Warga Desa Mijen

Selasa, 19 Juli 2022
Reporter : Rizqy Putri Agpila

Mijen, Kudus (19/07) – Minggu ketiga pelaksanaan KKN oleh TIM II KKN Undip periode 2021/2022 yang berlokasi di Desa Mijen Kabupaten Kudus telah berlangsung dengan baik. Salah satu program monodisiplin yang telah dilaksanakan pada minggu tersebut yakni berupa penyuluhan dengan tema “Antara Stunting, Gigi, dan Mulut” pada Selasa (19/07). Program dilaksanakan di posyandu Desa Mijen yang berlokasi di RW 04, bersamaan dengan adanya kegiatan rutin posyandu (penimbangan, pengukuran tinggi, dan imunisasi).

PUPUT-1

Program “Antara Stunting, Gigi, dan Mulut” mengacu pada poin 3 dari Sustainable Development Goals (SDG’s), yaitu Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran bagi Ibu-ibu Desa Mijen yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta) agar senantiasa memperhatikan dan menjaga asupan nutrisi anak sejak dini. Kebiasaan tersebut penting untuk ditanamkan agar anak terhindar dari resiko kondisi stunting yang memiliki berbagai dampak negatif bahkan berjangka panjang, salah satunya dalam hal terlambatnya tumbuh kembang anak, termasuk pertumbuhan gigi geliginya.

PUPUT-2

Penyuluhan dibantu dengan media Powerpoint dan diawali dengan penjelasan tentang stunting secara umum, lalu setelahnya dipaparkan mengenai berbagai dampak stunting, terutama dampaknya terhadap kesehatan gigi mulut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertumbuhan gigi geligi pada anak stunting cenderung lebih lambat dan tidak sesuai dengan waktu normalnya. Hal ini tentu akan menyebabkan anak kesulitan dalam mengunyah makanan. Tidak hanya itu, dampak lain dari stunting terhadap rongga mulut yaitu terhambatnya perkembangan kelenjar ludah atau saliva. Pada anak stunting, kelenjar ini dapat mengalami atropi sehingga laju aliran saliva kurang dari normal. Padahal, saliva memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, salah satunya kemampuan self-cleansing nya. Karenanya, anak dengan stunting akan lebih rentan terkena berbagai penyakit gigi dan mulut seperti gigi berlubang (karies).

PUPUT-3

Dengan adanya program ini, Ibu-ibu Desa Mijen yang memiliki baduta diharapkan dapat semakin menyadari pentingnya pemenuhan gizi anak dan mengupayakan agar anak mendapat nutrisi yang sesuai, terutama dalam 1000 hari pertamanya. Apabila hal tersebut dilakukan, maka tentu resiko anak terkena stunting dan berbagai dampaknya juga akan lebih kecil.