Tangani Luka pada Ternak, Mahasiswa KKN Undip di Bangunkerto Sleman Beri Pelatihan kepada Peternak KTT Setempat

Sleman (14/8/22) – Hewan ternak seperti sapi, kambing, domba dapat mengalami luka terlebih jika pemeliharaan atau perlakuannya tidak dilakukan dengan baik. Luka pada bagian tubuhnya dapat terjadi karena bertengkar dengan sapi lainnya maupun karena dipelihara dalam kandang dengan kondisi yang kurang baik atau lingkungan tempat hewan dipelihara memudahkan sapi untuk terluka. Tidak dipungkiri mayoritas luka sapi diakibatkan oleh gesekan atau benturan pada kontruksi kandang. Hal ini seringkali kurang menjadi perhatian peternak, sehingga peternak baru menyadari ketika luka sudah parah dan mengalami infeksi. Itulah mengapa manajemen perkandangan dan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan dengan baik agar penyakit atau luka pada ternak dapat diminimalisir atau bahkan dihindari. Namun, sapi yang sudah mengalami luka harus segera ditangani agar tidak bertambah parah akibat infeksi, yang berujung pada kerugian peternak akibat ternak yang cacat dan kulit ternak yang rusak.

Banyak ternak yang dipelihara oleh para peternak yang tergabung dalam KTT Tunas Maju Karangwuni memiliki luka pada permukaan kulitnya. Hampir separuh dari populasi sapi yang ada disana memiliki luka, khususnya pada area perut, punggung, dan kaki. Ditambah kondisi sanitasi yang juga kurang baik, kandang dan ternak dikerumuni oleh banyak lalat. Lalat semakin banyak karena adanya luka pada tubuh ternak. Jenis lalat rumah adalah jenis lalat yang memakan darah, sering membawa bakteri yang menyebabkan infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.

photo-2022-08-15-01-14-11
photo-2022-08-15-01-14-33

Melihat permasalahan ini, mahasiswa KKN Undip yang melaksanakan KKN di wilayah tersebut membuat program kerja mengenai penyuluhan sanitasi dan pelatihan penanganan luka pada kulit ternak. Program ini sangat disambut dengan baik oleh pihak sasaran yaitu para anggota KTT Tunas Maju Karangwuni. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dua tahap, dimana tahap pertama berupa pemaparan materi mengenai program dan tahap dua berupa aplikasi lapangan atau pelaksanaan pelatihan. Program pelatihan ini dihadiri oleh 10 orang anggota KTT yang memiliki kepemilikan ternak di KTT.

photo-2022-08-15-01-14-22

Pelatihan diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang digunakan dalam penanganan luka, yang terdiri dari antiseptik NaCl, iodin, dan pembasmi serangga, dilanjutkan dengan penjelasan tata urutan penanganan luka. Tidak hanya dipraktikkan langsung ke ternak oleh pemateri atau mahasiswa, para peternak berkesempatan praktik langsung ke luka ternaknya masing-masing. Tidak hanya itu, setelah pelatihan juga dilaksanakan diskusi dan sharing mengenai permasalahan-permasalahan lain serta solusi atau pencegahan yang dapat dilakukan kedepannya. Di akhir acara, dilakukan penyerahan perlengkapan penanganan luka ternak sebagai inventaris bagi KTT agar dapat digunakan secara rutin kedepannya. Selain itu, sebagai media pengingat, diberikan juga poster mengenai tahapan dalam penanganan luka pada kulit ternak. Besar harapan agar para peternak dapat meneruskan untuk menerapkan program kerja inisiatif mahasiswa kkn undip ini, dan tetap menjaga kebersihan KTT agar ternak tetap terjaga kesehatannya dan memberi dampak positif bagi para peternak, aamiin. (ics)

Penulis : Intan Claudia Singgi
Lokasi : Dsn. Karangwuni, Kel. Bangunkerto, Kec. Turi, Sleman
DPL : Ir. Kustopo Budiraharjo, M.P.