Indahnya Rawa Pening! Surga Bagi Para Pembudidaya dan Nelayan Penjaring Ikan di Desa Banyubiru

21331a95-c77b-4e47-9ec0-166bfe533f8d

Survei ke Keramba Jaring Apung Milik Bapak Umam di Desa Banyubiru

Banyubiru, Kabupaten Semarang (11/07) – Mahasiswa KKN TIM II Undip Tahun 2021/2022 di Desa Banyubiru mengadakan survei ke Keramba Jaring Apung yang ada di Desa Banyubiru. Keramba Jaring Apung merupakan suatu wadah yang dibuat oleh manusia untuk kegiatan budidaya ikan maupun udang dengan memanfaatkan badan air perairan waduk, danau maupun sungai. Keramba Jaring Apung merupakan salah satu sumber kehidupan pembudidaya di Desa Banyubiru.

Salah satu warga Desa Banyubiru yang memiliki Keramba Jaring Apung adalah Bapak M. Akromul Umam atau sering dipanggil Pak Umam. Mahasiswa KKN Undip diberikan kesempatan untuk mengunjungi Keramba Jaring Apung milik Pak Umam. Perjalanan menuju Keramba Jaring Apung ditempuh dengan menggunakan perahu motor milik teman dari Pak Umam. Selama perjalanan, mahasiswa disuguhkan dengan banyaknya nelayan yang mencari ikan dan pemandangan rawa pening yang dikelilingi pegunungan.

Keramba Jaring Apung yang dimiliki oleh Pak Umam digunankan untuk membudidayakan ikan, membesarkan ikan dan menampung ikan hasil tangkapan. Ikan yang dibudidayakan oleh Pak Umam dalam KJA yaitu ikan Mujair. Sedangkan, ikan yang dibesarkan dalam KJA milik Pak Umam yaitu ikan Koi. Kemudian, ikan hasil tangkapan yang ditampung dalam KJA milik pak Umam yaitu ikan Betutu, ikan Gabus, ikan Tomang, Belut, ikan Belida dan Lobster air tawar.
Whats-App-Image-2022-08-15-at-19-38-03

Dengan diadakannya survei tersebut mahasiswa belajar banyak potensi, ilmu dan pengalaman serta permasalahan yang dimiliki oleh nelayan dan pembudidaya ikan. Hal tersebut dapat dijadikan acuan mahasiswa dalam membuat program kerja yang bisa memecahkan permasalahan tersebut. Masalah utama yang dirasakan nelayan adalah kurangnya minat masyarakat dalam memakan ikan yang bernilai gizi tinggi yaitu ikan Betutu. Sedangkan masalah utama yang dirasakan pembudidaya KJA adalah tingginya harga pakan konvensional buatan pabrik yang meningkatkan biaya produksi budidaya ikan. Masalah tersebut harus dicarikan solusi dan jalan keluar dengan harapan agar dapat memajukan perekonomian Desa Banyubiru. Selain itu, kesejahteraan pembudidaya ikan dan nelayan pun dapat terjamin.

Penulis : Rasyid Abdul Majid
Dosen Pembimbing Lapangan : Daud Samsudewa S.Pt., M.Si., Ph.D.
Lokasi KKN : Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang