UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT, MAHASISWA KKN TIM II UNDIP MENJELASKAN CARA MENANAM SAYUR DENGAN METODE VERTIKULTUR KEPADA KADER KESEHATAN

IMG-20220811-110337

Kabupaten Semarang (13/8) – Budidaya sayur skala rumah tangga sudah mulai menjadi hobi bagi para ibu rumah tangga sejak adanya pandemi covid 19. KKN Tim II 2021/2022 Universitas Diponegoro dilaksanakan pada 4 Juli 2022 sampai 18 Agustus 2022 yang ditempatkan di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Salah seorang mahasiswanya yaitu Agith Prayogo yang merupakan mahasiswa S1-Agribisnis. Salah satu permasalahan yang ditemukan di lokasi KKN adalah tidak semua ibu rumah tangga memiliki minat untuk mananam sayur dirumahnya. Hal ini kemungkinan dapat disebabkan oleh lingkungan yang masih berada di pedesaan sehingga masih banyak sawah yang menanam sayur, atau dapat membeli sayur dipasar terdekat. Padahal dengan menanam sayur dirumah dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu rumah tangga.
Menanam sayur dengan metode vertikultur mungkin dapat menambah minat ibu rumah tangga dalam menanam sayur dilingkungan rumah. Pelaksanaan program untuk menjelaskan cara menanam sayur secara vertikultur dilakukan di Rumah posyandu Dusun Sukorejo pada tanggal 11 Agustus 2022 dengan peserta ibu-ibu kader kesehatan. Program ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya posyandu sehingga ibu-ibu kader kesehatan masih berkumpul di rumah posyandu.
Metode vertikultur yang dijelaskan pada program ini merupakan metode vertikultur yang sederhana dengan bahan utama botol bekas sebagai pot menanam. Botol bekas digunakan karena mudah didapat, murah, ramah lingkungan, serta dapat mengurangi sampah botol bekas. Botol bekas yang sudah dibersihkan akan dipotong pada bagian samping atau atas sebagai tempat menanam tanaman sayur nantinya. Kemudian bagian bawah botol dilubangi untuk jalur keluar air sehingga dalam botol tidak lembab yang dapat menyebabkan akar membusuk. Selain itu botol dilubangi lagi sesuai selerah untuk dapat diberi tali yang nantinya dapat diikatkan pada bidang vertikal.
Setelah penjelasan terlihat ibu-ibu mulai sedikit tertarik untuk menerapkan metode vertikultur untuk menanam sayur dilingkungan rumahnya. Hal ini ditandai dengan ibu-ibu yang mengajukan pertanyaan lebih lanjut mengenai cara mananam sayur secara vertikultur ini. Hal ini adalah pertanda baik karena muncul minat dari ibu-ibu untuk menerapkan apa yang sudah dijelaskan.
Setelah kegiatan ini diharapkan ibu-ibu kader kesehatan dapat menerapkan apa yang sudah diterangkan. Kemudian tahap selanjutnya adalah diharapkan ibu-ibu kader kesehatan dapat mengajarkan ilmu yang sudah diterapkan tadi kepada ibu-ibu yang lain sehingga ibu rumah tangga lainnya dapat menerapkan menenam sayur dengan metode vertikultur tersebut yang nantinya dapat menjadi hobi ibu rumah tangga.

Penulis: Agith Prayogo, Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian
Dosen Pembimbing Lapangan: Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D.