Edukasi Mitigasi Bencana Anak Usia Sekolah, Perlu-kah?

20220609-091147

Sabtu, 30 Juli 2022-telah dilaksanakan Edukasi Mitigasi Bencana di SDN 01 Duren bersama anak kelas V di Sekolah tersebut. Hal ini dilakukan karena sekolah tersebut termasuk sekolah yang rawan bencana. Dikatakan demikian karena letak di SDN 01 Duren yang berada di lereng Pegunungan Ungaran, beberapa jalur listrik yang masih terlihat terbuka dan berantakan, serta tidak adanya keterangan K3 sederhana seperti rambu “Jalur Evakuasi” dan “Titik Kumpul”.

Alih-alih menjadi beban untuk siswa, program ini justru terkesan fun dan menambah wawasan siswa serta warga sekolah yang turut serta mengenai apa itu bencana dan bagaimana penanganannya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelatihan tanggap kebencanaan dini di anak usia sekolah. Dimana program seperti ini hendaknya dicanangkan pula oleh pemerintah sehingga masyarakat lebih aware dan siap menghadapi situasi bencana. Negara lain seperti Jepang dan Australia sering melakukan program serupa, bahkan menjadi program wajib bagi setiap warganya untuk mempersiapkan keadaan terburuk yaitu bencana. Jadi masyarakat tahu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan saat terjadi keadaan paling dihindari, yaitu bencana.

Program Mitigasi Bencana ini dilaksanakan dengan memberikan Edukasi kepada siswa tentang apa itu bencana, jenis, dan penanganannya melalui media yang menarik dan proses pembelajaran yang seru. Di akhir sesi, sebelum demonstrasi dilaksanakan evaluasi berupa recall tentang materi yang sudah diberikan. Selain itu, diberikan pula atribut K3 di lingkungan sekolah berupa keterangan “Jalur Evakuasi” dan “Titik Kumpul” sebagai salah satu upaya tanggap kebencanaan dini di lingkungan Sekolah.